Beranda Umum
Follow

Anti Mainstream, Politisi Ini Kampanye Via Situs Porno

0

Polhukam.id – Di tengah-tengah gempuran teknologi seperti ini, politisi harus memiliki trik cerdas untuk berkampanye demi meraih suara pemilih. Tak sedikit dari mereka yang bahkan sampai menempuh cara-cara ekstrem untuk memuluskan jalannya memenangkan pemilihan.

Seperti yang dilansir dari laman Viva.co.id pada Kamis (16/5/2019), dari sekian banyak trik nyeleneh para politisi meraup suara, ada yang paling aneh. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh seorang politikus Denmark bernama Joachim B Olsen.

Lantaran berkampanye melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram sudah sangat mainstream, Joachim B Olsen memilih media lain daripada yang lain untuk mengkampanyekan dirinya. Tak main-main, ia memilik situs porno untuk kampanye.

Joachim B Olsen memasang iklan di lamanPornHub. Ia membujuk publik untuk memilihnya setelah mereka rampung dengan tontonan tayangan dewasa di situs tersebut. Apakah taktik ini efektif untuk menarik suara?

Dan benar saja, cara yang ditempuh Olsen jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Denmark yang akan digelar pada 5 Juni mendatang ini sontak menarik perhatian dari masyarakat luas.

Baca Juga:  Millen Cyrus Ungkap Cinta Satu Malam dengan ZL. Warganet: Colok Lubang WC

Akun media sosial Facebook mantan atlet tersebut pun langsung dibanjiri dengan komentar dari orang-orang yang membaca iklannya di laman dewasa. Ia pun menjelaskan bahwa dirinya memang sengaja memasang iklan di situs tersebut dengan harapan warga bisa ‘tertawa’.

Lain ladang lain belalang. Lain politisi, lain pula caranya berkampanye. Jika Joachim B Olsen memilih situs dewasa sebagai ladangnya mencari suara, berbeda dengan calon anggota legislatif DPRD Berlin, Jerman, Alexander Freier.

Freier di tahun 2016 lalu memutuskan memakai aplikasi pencari jodoh yang sedang populer di masanya, Tinder, untuk berinteraksi dengan para pemilih. Dan bukannya memajang foto pribadi, Freier justru memasang slogan kampanye seperti ‘Berlin Tetap Gay’ di profilnya.

Kepada harian lokal Berliner Zaitung, Freier menjelaskan cara kampanyenya tersebut dinilai “Bagus untuk berada di antara orang-orang”.

Selain itu, ia juga mengaku sering digoda banyak orang di aplikasi tersebut. Namun ia berpegang teguh untuk tetap “Memisahkan politik dan kehidupan pribadi”.

No ratings yet.

Please rate this

Baca Juga:  Bukan Hanya Sekolah, Konsultan Jasa Konstruksi Juga Bakal Diterapkan Sistem Zonasi