Beranda Headline
Follow

Berlanjut ke Pengadilan, Ketua Tim Darwis Ismail Ditahan

0

ENREKANG, Polhukam.id – Kasus pidana pemilu yang melilit ketua Tim Kampanye pusat caleg PPP No.1 Darwis Ismail, ST, MMA pada pemilu 2019 terus bergulir hingga tingkat pengadilan.

MOH. SYAFIUDDIN YUSUF Bin M. YUSUF diketahui sebagai Ketua Tim Kampanye Pusat Darwis Ismail pada pemilu 2019 berdasarkan surat penunjukan tertanggal 23 September 2018. Dilansir dari laman sipp.pn-enrekang.go.id, Jumat 21 Juni 2019, MOH. SYAFIUDDIN YUSUF Bin M. YUSUF telah menyandang status terdakwa dan ditahan.

Masih pada laman PN Enrekang, Moh. Syafiuddin Yusuf didakwa lantaran dianggap berpihak dan menguntungkan caleg Darwis Ismail. Berikut kutipan dakwaan Ketua Tim Kampanye Pusat Darwis Ismail, Moh. Syaifuddin Yusuf pada laman tersebut.

“Bahwa dengan perbuatan yang Terdakwa MOH. SYAFIUDDIN YUSUF Bin M. YUSUF lakukan dengan pembagian bola sepak dan bola volly dalam acara kampanye tatap muka tersebut, menunjukkan sikap dan tindakan keberpihakan Terdakwa yang dapat menguntungkan Saksi DARWIS ISMAIL, ST, MMA selaku Caleg DPR RI Partai PPP No. Urut 1 Dapil Sul-Sel 3”
Perbuatan Terdakwa tersebut, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 523 ayat (1) Undang-Undang RI No. 7 tahun 2019 tentang Pemilihan Umum

Baca Juga:  KPK Terus Kejar Koruptor Kasus Obligor BLBI

Kronologi Singkat Perbuatan Terdakwa.

Pada Rabu, 19 Juni 2019 perkara tindakan pidana pemilu terdakwa Moh. Syafiuddin Yusuf dilimpahkan ke pengadilan negeri Enrekang dengan Nomor Surat Pelimpahan 38/R.4.24/APB/06/2019 serta Nomor Perkara 37/Pid.Sus/2019/PN Enr. Adapun bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kasus tersebut a.n RIKA ANDRIANI, SH.

Dipublikasi secara terbuka melalui laman PN Enrekang, mulanya Moh. Syaifuddin Yusuf menyampaikan kepada HAKIM, J. S. Ti. Bin DJAMMA (kasus terdawa terpisah), perihal akan diadakannya kampanye terbuka di Kab. Enrekang untuk caleg Darwis Ismail. Hakim pun kemudian mengatur jadwal pelaksanaan kampanye.

Kampanye Darwis Ismail pun terselenggara pada tanggal 02 Maret 2019 di Dusun Leon, Desa Rossoan, Kecamatan Enrekang. Pada kampanye tersebut, Darwis memberikan Bola sepak dan bola volley kepada peserta kampanye secara simbolis yang telah disediakan oleh masing-masing terdakwa Moh. Syaifuddin dan Hakim.

Dengan perbuatan terdakwa Moh. Syaifuddin tersebut, dianggap bertentangan dengan Pasal 30 ayat (2) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2018 yang berisi tentang bahan-bahan kampanye yang dapat berbentuk: Selebaran (flyer), Brosur (leaflet)’ Pamflet, Poster, Stiker, Pakaian, Penutup kepala, Alat minum/makan, Kalender, Kartu nama, Pin, dan/atau Alat tulis.

Baca Juga:  Ibu Dua Anak Temukan Video Porno dalam Komputer, Ternyata Pemeran Laki-laki Adalah Suaminya

Ketua Kampanye pusat Darwis Ismail, selain menyerahkan Bola Volly dan Bola Sepak, ada juga penyerahan amplop yang berjumlah 62 lembar dan berisikan uang masing-masing sebesar Rp. 40.000. Diketahui uang tersebut sebagai pengganti uang makan peserta, mengingat saat kampanye tatap muka tidak disediakan konsumsi.

Atas perbuatan yang dilakukan terdakwa Moh. Syaifuddin Yusuf, berdasarkan detail keterangan pengadilan Negeri Enrekang, yang bersangkutan dilakukan penahanan.

Diketahui pada Perkara Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat yang kini tengah bergulir di Pengadilan Negeri Enrekang sejak Maret 2019, Darwis Ismail, ST, MMA juga menyandang status sebagai saksi. (Sudarman)

Sumber : sipp.pn-enrekang.go.id

No ratings yet.

Please rate this