Beranda Umum
Follow

Bukan Botol Berisi Miras, Polda Sulsel Mengamankan 34 Botol dan 10 Jerigen Bom Ikan

0

BONE, Polhukam.id – Bukan botol miras, Anggota Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulsel mengamankan 34 botol dan 10 jerigen bom ikan dari tangan seorang warga Kampung Bajoe, Kabupaten Bone, Minggu (31/3) lalu.

Pelaku yang berhasil diamankan bernama, Rida Bin Bani (21). Ia ditangkap setelah pihak kepolisian curiga dengan barang yang dibawa oleh pelaku menggunakan sebuah kapal jenis Jolloro, kemudian dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan barang bukti bahan peledak siap pakai untuk digunakan menangkap ikan.

Direktur Polairud Polda Sulsel, Kombes Pol Purwoko Yudianto mengatakan, penangkap pelaku ini berawal ketika pihaknya sementara melakukan patroli di sekitaran Kampung Bajoe, Kabupaten Bone. Kemudian ada informasi dari masyarakat bahwa di wilayah tersebut kerap terjadi penangkapan ikan dengan menggunakan bom, sehingga pihaknya langsun melakukan penyelidikan.

“Setelah adanya informasi dari masyarakat langsung kita respon dan pada hari Minggu lalu, kita menggeledah sebuah kapal jenis Jolloro diduga mengangkut benda yang mencurigakan. Dan hasilnya kita temukan 34 botol dan 10 jeringen berisi bahan peledak yang sudah siap diedarkan,” kata Purwoko saat memberikan keterangan persnya di kantor Ditpolairud Polda Sulsel, Kamis (4/4/2019).

Baca Juga:  Oknum Caleg DPRD Barru Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Purwoko menerangkan, bahwa barang bukti yang berhasil diamankan rencananya akan diedarkan ke nelayan lainnya untuk menangkap ikan dengan menggunakan bom.

“Jadi boto-botol tersebut sudah siap, tinggal digunakan saja untuk menangkap ikan oleh nelayan,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan satu unit kapal jenis Jolloro, satu unit kompresor, tiga buah kacamata selam, tiga buah regulator, dua pasang sepatu selam, satu unit GPS dan dua botol kecil diduga berisi serbuk TNT.

Dir Polairud Polda Sulsel menyebutkan, pelaku akan dijerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Kita juga kenakan pasal 85 UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya.

No ratings yet.

Please rate this