Beranda Umum
Follow

Cak Nun Ungkap Alasan Dirinya Ogah Dipanggil ke Istana Presiden

0

Polhukam.id – Setelah sekian lama tutup mulut, budayawan Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun akhirnya buka suara mengenai alasan dirinya tak pernah bersedia memenuhi undangan untuk datang ke Istana Presiden.

Hal tersebut akhirnya terkuak dari tayangan YouTube Catatan Najwa yang diunggah oleh presenter kawakan Najwa Shihab pada Sabtu (4/5) lalu.

Awalnya Cak Nun mengungkapkan bahwa dirinya tak pernah melakukan sesuatu hanya dalam satu hari.

“Kalau saya bilang A, saya melakukannya sampai umur 66. Sampai sekarang A, A,” ujarnya ketika buka-bukaan dalam acara peringatan 2 tahun kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, Kamis (11/4/2019).

“Sampai sekarang kalau saya bilang, ‘Hei, saya tidak bisa dipanggil Presiden, saya yang berhak panggil Presiden, karena aku rakyat, aku yang bayar’,” imbuh Cak Nun yang langsung mendapat sambutan riuh tepuk tangan dari para hadirin.

Lebih lanjut, Cak Nun mengaku bahwa dirinya sampai sekarang pun tidak pernah mau dipanggil datang ke Istana.

“Itu saya lakukan, dan saya tidak pernah mau dipanggil ke Istana, dan saya tidak pernah bangga sama sekali (kalau ke Istana). Hina saya kalau sampai ke sana,” seru Cak Nun dengan nada tinggi.

Cak Nun kemudian menegaskan yang ia katakan tersebut bukan merupakan bentuk kesombongan.

Baca Juga:  Solusi Masalah Keuangan Bangsa Selalu Minta Bantu ke China, Luhut Pejabat Indonesia atau China?

“Itu bukan soal kesombongan, lo katanya rakyat, rakyat kan yang megang kedaulatan, katanya demokrasi. Lo Presiden kan outsourching, buruh 5 tahun, buruh 5 tahun kok manggil-manggil bos,” selorohnya.

“Buruhnya melamar ketemu bos, kan begitu. Kalau sudah melamar, saya tidak bisa (menolak). Namanya tamu harus kita hormati. Tapi saya bilang, ‘Tuhan kalau tidak baik yang tidak usah datang, bagaimana caranya,” imbuh Cak Nun.

Ia lalu mengatakan, pada akhirnya tamu yang ia maksud pun tak pernah bertemu semuanya.

Dalam acara tersebut, Cak Nun juga sempat mengkritisi perlidungan terhadap para aparat penegak hukum, salah satunya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menilai, seharusnya lembaga antirasuah tersebut harus setidaknya memiliki 3 perlindungan, yakni perlindungan intelejen, kultural, dan spiritual.

“Supaya Anda tidak mudah ditembak, disiram air keras. Mudah-mudahan nanti, kalau nanti ada yang mau menembak Anda, malaikat memegangi pelurunya, dan begitu sampai ke Anda menjadi duit,” tutur Cak Nun yang disambut tawa para hadirin.

Kemudian Cak Nun menyebut bahwa di negara ini mereka tak dilindungi siapa-siapa.

“Saya mohon izin, karena di negara ini mereka tidak mendapat perlindungan dari siapa pun. “Saya mohon izin, karena di negara ini Anda tidak dilindungi siapa-siapa. Orang Indonesia kenapa kuat? Kenapa hebat?

Baca Juga:  Menteri Baru, Mobil Baru

“Karena tidak ada perlindungan dari negara dan pemerintah. Pemerintah banyak mengancam terhadap penduduknya, kan begitu. Maka bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat tangguh. Karena mencari duit sendiri, berlindung sendiri, jadi mereka sangat luar biasa. Beda dengan orang Jepang,

“Polisinya baik, negaranya melindungi. Akhirnya mereka jadi manja, jadi tidak tangguh. Jadi kalau soal berkelahi, bangsa Indonesia bertemu bangsa China, bangsa Inggris, bangsa Amerika di sebuah lapangan besar, itu kalau mau berkelahi, jangan coba-coba pandang matanya orang Indonesia, kenapa?

“Aku enggak punya duit, macam-macam aku tonjok kau,” tukas Cak Nun.

Lagi-lagi Cak Nun menegaskan bahwa KPK harus memiliki perlindungan. “Saya tidak mengatakan saya adalah orang yang gimana-gimana. Tapi saya hidup ini tanpa perlindungan, tanpa karier, tanpa sponsor, tanpa jabatan, tanpa profesi, tanpa identitas, tanpa apa pun,

“Saya 66 (tahun) hidup, dan keajaiban yang paling besar yang saya terima dari Tuhan adalah ada wanita cantik yang mau-maunya jadi istri saya,” tutur Cak Nun yang kembali disambut tepuk tangan hadirin di lokasi.

No ratings yet.

Please rate this