Beranda Hukum & Keamanan
Follow

CEO PT NKM Dituntut 3 Tahun Penjara Atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan Uang Calon Jemaah Umrah

0

MAKASSAR, Polhukam.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa perkara penipuan dan penggelapan perjalanan umroh, Nugrahyanti dengan hukuman 3 tahun penjara, Senin (13/5/2019).

CEO PT NKM, Nugrahyanti dituntut atas dugaan penipuan dan penggelapan uang calon jemaah umrah. Dalam tuntutan jaksa yang dibacakan Adrian Dwi Saputra, bahwa terdakwa terbukti melanggar pasal 378 KUHPidana.

“Meminta majelis hakim untuk mengadili terdakwa dengan tuntutan tiga tahun penjara sesuai dengan pasal 378 KUHP,”  kata JPU Adrian, di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan jaksa, majelis hakim kemudian menunda sidang dan akan dilanjutkan pada Senin (20/5) pekan depan dengan agenda sidang pembacaan nota pledoi atau pembelaan terdakwa.

Ketua Majelis Hakim, Ni Putu Sri Indayani jug meminta kepada terdakwa untuk melampirkan dokumen yang menyatakan jika sebelumnya sudah ada upaya damai dari pihak terdakwa dengan korban.

“Itu majelis hakim yang minta, kalaupun ada tidak menggugurkan pidana tapi kalau meringankan bisa saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, terdakwa Nugrahyanti telah divonis dua tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Maros atas kasus yang sama.

Baca Juga:  Pihak Kepolisian Akan Gelar Operasi Patuh 2019, Yang Tidak Patuh Akan Kena Tilang

Dimana terdakwa terbukti telah menggelapkan uang 83 orang jemaah pada tahun 2017 lalu.

Terdakwa dilaporkan karena menggelapkan uang calon jemaah dengan modus menawarkan umrah bersubsidi dimana calon jemaah hanya membayar sekitar Rp10 juta untuk keberangkatan November 2017 lalu.

Namun setelah tiba tanggal pemberangkatan 24 calon jemaah tidak diberangkatkan oleh PT NKM dengan alasan pesawat Garuda yang langsung terbang dari Makassar ke Jeddah buka pada bulan Desember 2017, sehingga keberangkatan 24 calon jemaah ditunda hingga 2 Desember 2017.

Padahal seluruh calon jemaah telah membayar lunas biaya keberangkatan sejak April 2017 lalu. Akibatnya, dari 24 calon jemaah yang terdaftar mengalami kerugian sebesar Rp268 juta.

No ratings yet.

Please rate this