Beranda Umum
Follow

Dampak Kerusuhan di Sejumlah Titik di Ibu Kota Membuat Kurs Rupiah Menyentuh Level Terendah

0
Ilustrasi Toto Sihono

Polhukam.id – Dampak kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Ibu Kota, membuat pasar valuta asing dan saham bereaksi negatif.

Bahkan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (22/5/2019), akhirnya menyentuh level terendah sepanjang tahun 2019 ini. Rupiah pada perdagangan pasar spot pada pukul 10.00 WIB menembus level Rp 14.500 atau melemah 0,17 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Kondisi tersebut tidak kunjung membaik, sehingga pada penutupan perdagangan Rabu sore, rupiah pun terlempar ke level yang lebih buruk yakni Rp 14.520 per dolar AS.

Sebagai informasi, rupiah terakhir kali berada di level Rp 14.500 per dolar AS terjadi pada 28 Desember 2018.

Kondisi serupa juga dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali berada di zona merah dengan ditutup melemah 0,20% ke Level 5.939,64.

Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini dampak aksi demonstrasi 22 Mei 2019 tidak akan berdampak signifikan terhadap investasi dan pasar keuangan dalam negeri.

Baca Juga:  KNPI Parepare Menghelat Pelantikan DPK, Orientasi, dan Rapat Kerja

Darmin di Jakarta, Rabu, menilai pelemahan rupiah dan IHSG yang terjadi sepanjang perdagangan hari ini, tidak akan berlangsung lama.

“Ya itu namanya euforia pasar. Pasar itu suka sentimental saja,” katanya.

Menurut Darmin, aksi massa yang terjadi secara keseluruhan masih bisa dikendalikan oleh aparat keamanan. Oleh karena itu, kondisi pada 22 Mei 2019 ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan pelaku pasar. “Belum ada yang signifikan,” ujar dia.

Menurut Darmin, tekanan di pasar keuangan domestik juga tidak hanya disebabkan kondisi dalam negeri, melainkan tekanan perang dagang antara AS dan China dari eksternal yang telah memicu pembalikan arus modal.

“Jadi selalu ada yang istilahnya dalam pasar keuangan itu taper-tantrum. Jika ada kejadian, investor bisa panik dan pergi. Anda akan lihat sekarang ada yang keluar, tapi kalau situasinya sudah baik, nanti dia balik lagi,” ujar dia.

No ratings yet.

Please rate this