Beranda Hukum & Keamanan
Follow

Dua Pelajar dari SMA Unggulan Makassar Dijual ke Om-om

0

MAKASSAR, Polhukam.id – Pihak kepolisian berhasil mengungkap aksi penjualan manusia di Kota Makassar dengan korbannya yang masih berstatus siswi Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dua pelajar yang menjadi korban yakni, AS (14) dan NS (16) yang rencananya akan dijajakan ke pria hidung belang dengan tarif masing-masing Rp 2,5 juta.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko mengatakan, bahwa pihaknya berhasil mengungkap pelaku Human Trafficking terhadap anak dibawah umur.

“Korban masih seorang pelajar yang duduk di bangku SMA Negeri unggulan di Makassar. Dia dijual oleh keluarganya sendiri seharga Rp 2,5 juta kepada om-om dan pelaku inisial TI (32) sudah kita amankan,” kata Indratmoko di Mapolrestabes Makassar, Selasa (17/9/2019).

Sampai terungkapnya kasus ini, setelah adanya laporan sehingga petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menggagalkan penjualan anak tersebut di salah satu restoran cepat saji Jalan Ratulangi, Kota Makassar.

“Korban (AS) ini rencananya akan ditawarkan untuk di booking kepada seorang pria. Tapi, aksi ini berhasil digagalkan oleh orang tua korban bekerja sama personel di Polsek Ujung Pandang,” bebernya.

Baca Juga:  Kerusuhan di Kaltim Diminta untuk tidak Digeneralisir Sebagai Kasus SARA

Berdasarkan keterangan AS dihadapan polisi, bahwa dirinya akan dijual kepada seorang pria dengan harga Rp Rp 2,5 juta yang dilakukan TI merupakan sepupu AS sendiri. Sedangkan, NS juga mengaku sebelumnya ia pernah dijual oleh TI kepada seorang pria seharga Rp 1 juta.

“Dari hasil interogasi, NS ini juga ternyata terlibat dalam penjualan terhadap AS. NS membantu TI untuk mencari konsumen dan NS juga sebelumnya pernah dijajankan kepada seseorang pada bulan Agustus 2019 lalu oleh TI. Jadi meski ia pernah korban, tapi keikut sertaannya sehingga dia juga jadi pelaku,” tambahnya.

Indratmoko menerangkan, aksi Human Trafficking yang melibatkan anak dibawah umur menjadi korban sudah berlangsung selama satu tahun terakhir. Dan dijalankan dengan melalui sosial media serta dari mulut ke mulut.

Selain itu, alasan NS melakukan perbuatan ini karena ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai pelajar.

“Sudah satu tahun ini. Alasan klasik, ya karena faktor ekonomi dan gaya hidup,” pungkasnya.

Atas perbuatanya, TI dan NS kini telah diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Nenek Buta Huruf Jual Rumahnya Seharga 300 Ribu. Kok Bisa?

“Mereka ini dijerat dengan pasal 59 UU No. 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tutupnya.

No ratings yet.

Please rate this