Beranda Headline
Follow

Dugaan Money Politics, Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin Dinilai Harus Didiskulifikasi

0

Polhukam.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani membuka ribuan amplop serangan fajar yang ikut diamankan dalam OTT Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso.

“Ya KPK harus berani terbuka kepada publik dong jangan karena ada dugaan amplop berisi uang pecahan Rp50 ribu yang ada simbol jempol khas 01 terus engga berani dibuka,” kata Arief.

Dirinya kembali menekankan kepada KPK untuk membuka semua amplop yang katanya untuk serangan fajar saat pilpres di Dapil 2 Jawa Tengah tersebut.

Yang jelas, kata dia, kasus amplop Bowo Pangarso ada kaitan kuat dengan Partai Golkar dan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin. Untuk itu, dirinya akan melaporkan kasus ini ke Bawaslu. Agar Bawaslu memeriksa kalau Golkar dibiayai dari uang hasil korupsi.

“Nah konsekuensinya Golkar harus dibubarkan dan Pasangan Joko Widodo-Ma”ruf Amin harus di diskulifikasi karena ada dugaan money politics terstruktur mengunakan uang BUMN,” ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan, telah memukan kardus-kardus berisi uang milik Bowo Sidik Pangarso, di sebuah perusahaan. Perusahaan yang dimaksud yaitu PT Inersia yang berlokasi di Jalan Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Suami Jual Istri Untuk Pesta Threesome

Uang yang diduga untuk serangan fajar itu disita oleh KPK. Ada sebanyak 84 buah kardus berisikan uang dugaan suap senilai Rp8 miliar. Uang dalam bentuk pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu tersebut berada dalam 400 ribu amplop putih.

KPK menduga uang tersebut akan digunakan politikus Golkar ini untuk serangan fajar di 2019. Terungkap pula, Inersia sendiri merupakan perusahaan milik Bowo Pangarso.

“‎Yang di amplop ini ditemukan di satu tempat, di satu ruangan yaitu di PT Inersia,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan.

Basaria menjelaskan, berdasarkan pengakuan dari Bowo, sebanyak 84 kardus berisi uang Rp8 miliar tersebut akan digunakannya untuk kepentingan pribadi. Yakni, untuk maju sebagai caleg anggota DPR Dapil Jawa Tengah II.

“Untuk sementara dari hasil pemeriksaan tim kita, beliau mengatakan, ini memang dalam rangka kepentingan logistik pencalonan dia sendiri sebagai anggota DPR,” terangnya.

No ratings yet.

Please rate this