Beranda Hukum & Keamanan
Follow

Gubernur Sulsel Laporkan Jumras ke Polisi, Ada Apa?

0

MAKASSAR, Polhukam.id – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, rupanya diam-diam telah melaporkan mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras ke polisi.

Jumras dilapor lantaran dinilai melakukan pencemaran nama baik Gubernur Sulsel saat memberikan keterangan.

Kordinator Tim Hukum Gubernur Sulsel, Husain Junaid mengatakan, Jumras dilaporkan ke Polisi pertanggal 18 Juli 2019.

“Jadi ini berawal saat sidang angket tanggal 9 Juli lalu. Pak Jumras saat itu menyatakan bahwa Gubernur menerima fee dari pengusaha,” kata Husain, Rabu (11/9/2019).

Husain menyebutkan, Jumras terpaksa dilaporkan ke Polisi karena tidak memberikan itikad baik kepada Gubernur Sulsel.

“Pak Gubernur waktu itu kasih ji keterangan ke media bahwa Jumras ini bohong. Dan saya (Gubernur) akan laporkan ke Polisi jika tidak minta maaf 2×24 jam,” jelas Husain.

“Dan tidak klarifikasi ke publik melalui media massa,” sambungnya.

Adapun Jumras yang diketahui dilaporkan ke penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar, dibenarkan oleh Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko. Menurut Indratmoko, dalam waktu dekat ini pihak penyidik mengagendakan pemeriksaan.

Baca Juga:  Terungkap! Pemeran Video Seks In The Car Merupakan Guru Honorer SMK Swasta

“Kalau sudah dilaporkan, kemungkinan ini dalam waktu dekat akan memeriksa yang bersangkutan, saya cek dulu,” kata AKBP Indratmoko, Rabu (11/9/2019).

Indratmoko mengungkapkan, dia sudah menandatangani beberapa pemanggilan. Dan dimungkinkan, surat pemanggilan ke Jumras sudah termaksud di dalam itu.

“Saya cek dulu ya, mungkin iya saya sudah tanda tangani surat pemanggilannya yang bersangkutan, karena banyak saya tanda tangani surat pemanggilan,” sambungnya.

Menanggapi dilaporkannya Jumras ke polisi, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Kadir Halid mengatakan itu haknya.

“Tapi bagus supaya terungkap semua,” kata Kadir Halid, di Makassar, Rabu, (11/9/2019).

Kadir Halid juga membenarkan pengakuan Jumras, terkait dugaan suap terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Adapun Jumras menyebut jika Nurdin  Abdullah telah menerima suap senilai Rp 10 miliar dari salah seorang pengusaha untuk membiayai kampanye pada Pemilihan Gubernur 2018 tahun lalu.

“Ada bukti rekaman. Isi rekamanya seperti itu (Gubernur terima 10 miliar dari seorang pengusaha untuk biaya kampanye),” kata Kadir Halid.

Baca Juga:  Penggerebekan Praktek Kecantikan Bodong Beromzet Jutaan Rupiah

Bukti rekaman video pernyataan  Jumras diambil pada saat dihadirkan menjadi saksi dalam sidang pansus hak angket DPRD Sulsel bergulir beberapa bulan lalu.

No ratings yet.

Please rate this