Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv, Balas Jika AS Lakukan Agresi Militer
Pejabat tinggi Iran mengeluarkan ancaman serius untuk melancarkan serangan ke situs-situs sensitif Israel, termasuk jantung kota Tel Aviv. Ancaman ini merupakan respons jika Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap Iran. Pejabat Iran menyatakan Israel akan merasakan pembalasan yang belum pernah terjadi sebelumnya jika perang benar-benar pecah.
Peringatan Langsung dari Pejabat Tinggi Iran
Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, secara tegas menyatakan bahwa serangan terbatas dari AS adalah sebuah ilusi. Melalui unggahan di platform X dalam bahasa Persia dan Ibrani, Shamkhani menegaskan bahwa setiap tindakan militer Amerika, dalam bentuk dan tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang.
"Tanggapannya akan segera, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya, ditujukan kepada agresor, kepada jantung Tel Aviv, dan kepada semua yang mendukung agresor," tulis Shamkhani.
Kesiapan Militer dan Pintu Terbuka untuk Diplomasi Nuklir
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga memperingatkan kesiapan pasukan Iran. Dalam pernyataannya di X, Araghchi menyebut Angkatan Bersenjata Iran siap dengan jari di pelatuk untuk merespons setiap agresi terhadap wilayah udara, darat, dan laut Iran dengan cepat dan kuat.
Meski demikian, Araghchi tidak menutup pintu diplomasi. Dia menyatakan Iran tetap menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan setara. Kesepakatan itu, tegasnya, harus menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai dan memastikan tidak ada pengembangan senjata nuklir.
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz