Beranda Kolom
Follow

JCW: Garis Perjuangan Politisi Milenial di Pentas Politik Elektoral!

0

MAKASSAR, Polhukam.id – Pentas Politik elektoral memasuki babakan baru dari lakon sejarah. Pasalnya, dalam pertarungan Pilcaleg 2019 ini 70% dipenuhi dengan wajah baru dari deratan “Politisi Milenial”.

Memasuki rimba raya politik tentu bukalan perkara yang mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak tantangan di dalamnya yang kian membuat rana pertarungan politik eloktoral ini menjadi seru untuk diamati.

James Chandra Wangka, SH atau yang kini tenar dengan sapaan “JCW” adalah salah satu dari sekian banyak pendatang baru yang mencoba peruntungan dalam konteks perjuangan parlemen 2019 ini.

Tentu banyak pertanyaan yang menghampiri anak muda kelahiran 1988 ini.

Pertanyaan yang paling menggeliat salah satunya ialah: seberapa kuatkah peran pemuda dalam ruang politik elektoral dalam mengawal perjalanan kemerdekaan bangsa ini?

Sebagai seoarang Anak Muda yang ikut mewakili generasi Kaum Milenial, JCW menyadari betul bahwa ruang parlemen mesti kembali dikelola dengan cara-cara yang baik. Dimana perhatian seorang wakil rakyat seperti yang telah diamanahkan oleh konstitusi ialah dengan sepenuhnya mencurahkan waktu dan tenaganya untuk dapat mewakili kepentingan masyarakat secara luas kelak.

Menurut JCW, ruang politik Indoensia hari ini dipenuhi dengan model-model politik transaksi jangka pendek. Model politik yang hanya menempatkan kepentingan sesaat lalu mengabaikan persoalan pokok yang menurutnya belum sepenuhnya tuntas dikerjakan oleh perwakilan kita yang hari ini duduk di kursi empuk parlemen.

Disisi lain, keadaan ruang politik publik hari ini hampir 85% dipenuhi model politik yang sektarian. Yang hanya mementingkan kelompok kepentingan tertentu dan mengabaikan amanah besar sebagaimana yang telah digariskan dalam konstitusi perundang-undangan kita.

Kunjungan Basis dan Jalan Politik

James, sapaan kecil dari pemuda kelahiran Makassar ini, mencoba untuk memulai langkahnya menuju perhelatan akbar Pilcaleg 2019 lewat gerakan turun ke basis, atau yang kini akrab dikenal masyarakat dengan istilah blusukkan.

Menurutnya, pertemuan antara seorang calon wakil rakyat dan konstituennya bukanlah hanya sekedar ajang ceremonial belaka.

Lebih dari itu james menganggap bahwa, metode blusukkan mesti digelorakan dan sedapat mungkin disadari oleh kelompok milenial sebagai ruang transfer ide serta gagasan brilian.

Dulu pendiri bangsa melakukan langkah politiknya dengan metode yang sama, pungkasnya.

Saya berupaya menyerap energi positif ini. Sebab saya menganggap tidak boleh ada jarak antara wakil rakyat dan rakyat yang menjadi tuan dari demokrasi.

Diwaktu yang bersamaan, JCW juga berupaya mengajak kepada kelompok milenial yang lain yang juga memiliki pandangan yang sama, untuk sama-sama bahu membahu melibatkan diri dalam perjuangan politik negara ini.

Persoalan menang dan kalah menurutnya itu menjadi hal lain, tapi yang terpenting menurutnya,seberapa sungguh-sungguhkah kelompok milenial mengawal perjalan kemerdekaan bangsa ini!

Icang Yasir Tonda

Makassar, 06 Desember 2018

No ratings yet.

Please rate this