Beranda Politik
Follow

Kampanye di Media Sosial Bisa Diberikan Sanksi Pidana Hukum

0
Ilustrasi

Memasuki masa tenang jelang hari pencoblosan Pemilihan Calon Legislatif (Pilcaleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, seluruh alat peraga kampanye secara serentak diturunkan dan dibersihkan pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Masa tenang ini mulai berjalan sejak Minggu (14/4/2019). Namun, bukan hanya lewat APK para kontestan Pemilu melakukan sosialisasi. Tetapi melalui sosial media, walaupun telah memasuki hari kedua masa tenang jelang hari pencoblosan masih ada bentuk sosialisasi di sosial media.

Menurut Humas Bawaslu Makassar, Muhammad Maulana mengatakan, melakukan kampanye dalam bentuk apapun termasuk melalui sarana media sosial pada masa tenang adalah pelanggaran.

“Seluruh jenis dan bentuk kampanye, dalam masa tenang merupakan perbuatan yang dilarang, termasuk kampanye dengan sarana medsos,” kata Maulana, Senin (15/4/2019).

Jika hal itu dilakukan sebut Maulana, berkaitan dengan kampanye di luar jadwal, maka bisa diberikan sanksi pidana hukum.

“Kaitan kampanye di luar jadwal implikasinya pidana 1 tahun penjara dan denda 12 juta,” pungkasnya.

No ratings yet.

Please rate this

Baca Juga:  Pemilu 2019: Kecurangan Dipertontonkan dengan Telanjang