Beranda Hukum & Keamanan
Follow

KW yang Mengaku Sebagai Dokter Kecantikan Ternyata Dokter KW

0

MAKASSAR, Polhukam.id – KW (28) dokter praktek kecantikan tanpa izin resmi diamankan pihak Polrestabes Makassar di Jalan Cendrawasih, Kota Makassar.

Ditangkapnya dokter kecantikan KW alias gadungan ini, setelah adanya laporan aduan korban yang saat ini tengah mendapatkan perawatan medis. Usai mendapatkan perawatan kulit dari para pelaku.

“Semalam pelaku berhasil kita amankan. Korban ini mengeluh sakit dan saat ini dirawat di rumah sakit Siloam. Korban sakit setelah mendapat tindakan medis yang dilakukan oleh tersangka inisial KW untuk treatment pemutih kulit,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Jumat (9/8/2019).

Indratmoko menerangkan, jika dari hasil pemeriksaan pelaku, bahwa dirinya telah menjalankan praktek kecantikan tanpa izin resmi itu selama 5 bulan. Dengan tarif antara Rp 300 hingga Rp 700 ribu.

Sementara, pelaku tidak memiliki latar belakang sebagai dokter kecantikan, namun, hanya berlatar belakang sebagai bidan dengan pendidikan terakhir magister manajemen kesehatan.

Dalam menjalankan bisnisnya, kata Indratmoko pelaku menggunakan metode door to door dengan memasang iklan di media sosial Facebook, Instagram serta website jual beli.

Baca Juga:  Ketahuan! 'Gina' Disumpal Pembalut yang Berisi Sabu dan Pil Ekstasi

“Pelaku ini bukan dokter. Memang pernah mendapatkan pendidikan kebidanan tetapi dia mempraktekkan bukan ilmunya tapi ke praktek kecantikan. Yah tentu tidak memiliki izin resmi praktek,” terangnya.

Dalam penangkapan pelaku yang juga ibu rumah tangga ini diamankan barang bukti Spoit Ukuran 10 Ml Sebanyak 7 buah, Spoit Ukuran 5 Ml Sebanyak 1 buah, Spoit ukuran 1 ml sebanyak 1 buah , aboket sebanyak 40 buah, nidle 30 g sebanyak 5 buah, nidle 22 g sebanyak 6 buah.

Lalu kapas alkohol sebanyak 16 lembar, torniket sebanyak 1 buah, efafiks 20 lembar, infus set (selang infus) sebanyak 10 buah, serta beberapa botol vitamin, obat-obatan larutan kecantikan.

Indratmoko menyebutkan, bahwa pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Sementara pasal yang kita gunakan undang-undang kesehatan tentang praktek kedokteran dan UUD tentang no 29 Tahun 2004 dan 36 tahun 2009 ancaman hukuman nya 15 tahun penjara,” tegasnya.

No ratings yet.

Please rate this