Beranda Hukum & Keamanan
Follow

Langkah Pemkot Menutup Lima Usaha Gudang dan Ekspedisi di Tallo Kandas

0

MAKASSAR, Polhukam.id – Langkah pemerintah kota (Pemkot) Makassar menutup lima usaha gudang dan ekspedisi di wilayah Kecamatan Tallo, Kamis (17/10/2019) akhirnya kandas.

Pasalnya, massa gabungan buruh dan himpunan pengusaha ekspedisi (Hipeksi) Makassar menghalau tim terpadu penertiban gudang saat hendak menutup usaha ekspedisi CV Meteor Trans Jl. AR. Hakim,

Tim terpadu yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kepolisian dan TNI tidak dapat berbuat banyak menghadapi puluhan massa yang menolak penutupan ekspedisi tempat mereka bekerja.

“Isi Perda (Peraturan daerah) itu pergudangan dan ekspedisi, yang jadi pertanyaan kenapa hanya ekspedisi yang ditarget, padahal banyak gudang gudang besar di Makassar yang tidak pernah ditegur.” lantang Ketua Hipeksi Makassar Hasanuddin.

“Kalau kita mau jujur, coba tindaki itu gudang besar yang masih beroperasi sampai sekarang, misalnya Jujur Jaya milik Jentang, Benteng Baru, gudang di Jalan Kalimantan, gudang Tonasa. Apakah bapak berani tindaki mereka semua?.” tantangnya.

Selain menolak penutupan ekspedisi di Wilayah Tallo, pihak Hipeksi juga mendesak Pemerintah kota Makassar segera menindaki Pengusaha Outobus (PO) yang nyatanya melakukan aktivitas dalam kota, tidak sesuai peruntukan.

Baca Juga:  Diduga Masih Kelola Dana Desa, Cakades Petahana Rindingallo di Torut Disoal

“PO bukan hanya menerima penumpang tetapi juga menerima barang. Apa bedanya dengan ekspedisi?, bahkan mereka sudah difasilitasi oleh pemerintah terminal Daya, tetapi masih saja menerima penumpang di tempat usahanya. Itumi yang bikin macet kota.” kata Hasanuddin.

Menanggapi penolakan tersebut, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan usaha perdagangan dan perindustrian Disdag Makassar Syahruddin, menjelaskan bahwa penertiban gudang dan ekspedisi batal dilaksanakan karena desakan massa yang begitu besar, sehingga untuk menjaga suasana kondusif pihaknya memilih menempuh jalur komunikasi.

“Kami akan membicarakan kembali persoalan ini bersama pihak stakeholder terkait juga memanggil pengusaha dan Hipeksi.” ujar Saharuddin.

“Hal ini juga berkaitan dengan perintah atasan dalam hal ini bapak walikota dan gubernur agar senantiasa menjaga situasi kondusif menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.” tambahnya.

Menampik tudingan tebang pilih dalam melakukan penindakan gudang dan ekspedisi eks Camat Manggala ini menjelaskan jika pemerintah kota selalu melakukan penertiban terhadap pengusaha pergudangan namun informasinya tidak sampai ke Hipeksi.

“Dalam aturannya ini sama, gudang dan ekspedisi, versi mereka kenapa hanya ekspedisi yang ditindaki. Tetapi sebenarnya kita sudah turun sejak dulu melakukan penindakan tetapi tidak terekspose oleh mereka sehingga mereka anggap tidak adil.” terangnya.

Baca Juga:  Kejari Menahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Makan dan Minum di RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto

Sekedar diketahui, Pemkot Makassar berencana menutup lima gudang dan ekspedisi di kecamatan Tallo yang ditenggarai tidak lagi memiliki Izin usaha. Ke-lima usaha tersebut antara Lain, CV Bintang Abadi Jl. Gatot Subroto, PT Irawan Karya Perdana Jl. AR Hakim, CV Meteor Trans Jl. AR Hakim, PT Putra Sabar Menanti Jl. Gatot Subroto dan CV Cahaya Mamajang Raya Jl. AR Hakim. 

No ratings yet.

Please rate this