Beredar Kabar Rumah Eko Patrio dan Uya Kuya akan Didatangi Massa

- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 21:20 WIB
Beredar Kabar Rumah Eko Patrio dan Uya Kuya akan Didatangi Massa


Jagat media sosial kembali diramaikan kabar bahwa rumah dua figur publik sekaligus anggota DPR RI, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Surya Utama (Uya Kuya), akan didatangi massa. Kabar ini mencuat setelah keduanya dianggap melecehkan rakyat lewat aksi berjoget yang viral dan memicu kritik luas.

Namun, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa hingga Sabtu sore, situasi di sekitar kediaman Eko Patrio di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, masih kondusif. Sementara di Duren Sawit, Jakarta Timur, belum ada tanda-tanda pergerakan massa menuju rumah Uya Kuya.

Kasus ini bermula ketika video Eko Patrio dan Uya Kuya berjoget dalam momen sidang tahunan MPR tersebar luas di media sosial. Banyak pihak menilai aksi itu tidak pantas dilakukan saat publik tengah berduka dan marah akibat gelombang protes yang meluas di sejumlah daerah.

Konten parodi dan potongan ulang video tersebut kian memperbesar sentimen negatif. “Joget” itu dibaca publik sebagai simbol ketidakpekaan wakil rakyat terhadap penderitaan masyarakat.

Uya Kuya sempat menyampaikan permintaan maaf melalui media. Ia menegaskan tidak ada niat melecehkan dan menyesalkan apabila aksinya menyinggung perasaan rakyat. Namun, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan warganet.

Kemarahan publik semakin memuncak setelah rumah anggota DPR Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, benar-benar didatangi massa pada Sabtu siang. Peristiwa itu kemudian memicu gelombang komentar di media sosial yang menyeret nama Eko Patrio dan Uya Kuya.

Banyak akun warganet menyerukan agar massa juga mendatangi rumah keduanya. Namun hingga kini, seruan tersebut masih sebatas ajakan di dunia maya, tanpa konfirmasi resmi adanya pergerakan massa terorganisir.

Pantauan awak media pada Sabtu sore menunjukkan kawasan Kuningan Timur, lokasi rumah Eko Patrio, dalam kondisi normal. Penjagaan keamanan lingkungan berjalan 24 jam, akses keluar masuk dipantau petugas keamanan. Tidak ada kerumunan berarti di sekitar rumah.

Hal serupa juga dilaporkan di kawasan Duren Sawit, kediaman Uya Kuya. Tidak ada indikasi pergerakan massa menuju lokasi, meski narasi “mendatangi rumah Uya” ramai diperbincangkan di jagat maya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya. “Kami sudah menyiagakan personel di beberapa titik rawan. Sampai sore ini situasi terkendali,” ujar seorang pejabat kepolisian Jakarta Selatan.

Pengamat komunikasi politik menilai kasus ini sebagai cerminan kerapuhan relasi antara elite politik dan rakyat. “Di tengah situasi krisis, publik sangat sensitif terhadap simbol. Joget bisa dipahami sebagai ekspresi biasa, tapi konteks sosial membuatnya dibaca sebagai bentuk pelecehan,” jelasnya.

Foto: Kolase Eko Patrio dan Uya Kuya/Net

Komentar