BGN Bekukan Dua Dapur MBG di Ponorogo, Diduga Ada Intimidasi dan Pemotongan Anggaran
Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menghentikan sementara operasional dua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ponorogo, Jawa Timur. Langkah tegas ini diambil menyusul temuan dugaan pelanggaran serius, termasuk intimidasi dan manipulasi anggaran oleh yayasan pengelola.
Kronologi Pengungkapan Kasus Intimidasi di Ponorogo
Kasus ini terungkap setelah dua kepala SPPG dari Ponorogo, yaitu Rizal Zulfikar Fikri (SPPG Ponorogo Kauman Somoroto) dan Moch. Syafi'i Misbachul Mufid (SPPG Ponorogo Jambon Krebet), melapor ke Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Blitar. Mereka mengaku mengalami tekanan dan intimidasi berat selama berbulan-bulan di bawah naungan Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara.
Modus Pemotongan Anggaran dan Ancaman
Investigasi mengungkap fakta mengejutkan terkait pengelolaan dana. Dari anggaran standar BGN sebesar Rp10.000 per porsi, yayasan diduga hanya membelanjakan sekitar Rp6.500. Kekurangan biaya ini terpaksa ditutup oleh pengelola dapur menggunakan uang pribadi agar kualitas makanan untuk siswa tetap terjaga.
Selain itu, pengelola juga melaporkan sering mendapat ancaman dari pemilik yayasan, seperti akan dilaporkan ke polisi atau didatangkan pengacara jika tidak menuruti perintah. Bahkan, ada upaya menggalang tanda tangan dari relawan dan sekolah untuk mengusir kedua kepala SPPG tersebut.
Artikel Terkait
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Intimidasi, Anggaran Dipotong, Sampai Pencatutan Nama Menteri!