POLHUKAM.ID - Din Syamsuddin menyoroti pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang menyebut Rocky Gerung sebagai robot tak berhati. Ini merupakan buntut Rocky menyebut Presiden Jokowi sebagai 'Bajingan Tolol'.
Menurut Din, pernyataan Rocky Gerung merupakan kritikan terhadap Pemerintah termasuk Presiden Jokowi. Kritikan merupakan hal yang wajar. Dia menilai respons Moeldoko terlalu berlebihan.
"Rocky Gerung, sebagai warga negara dan cendekiawan, memiliki hak dan kewajiban untuk mengkritik Pemerintah termasuk Presiden. Seyogyanya para pejabat, termasuk KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko tidak usah bereaksi apalagi menunjukkan kekuasaan. Lebih baik mereka mawas diri, mengevaluasi apakah kritik Rocky Gerung benar atau salah?," kata Din, Kamis (3/8).
Din meminta Pemerintah termasuk Moeldoko tidak alergi terhadap kritikan Rocky Gerung. Menurutnya, Pemerintah harusnya bisa mengoreksi diri tidak menunjukkan arogansi dan dapat diselesaikan dengan dialog.
"Kalau dibalas bahwa Rocky Gerung adalah robot tak berhati, nanti dapat dibalik apakah para pejabat itu berotak dan berhati sehingga alergi terhadap kritik. Atau mereka patut diduga terbelenggu oleh syahwat kekuasaan, karena sedang menikmati kekuasaan itu. Pernyataan KSP Moeldoko bahwa beliau akan memasang badan terhadap Presiden hanyalah ekspresi adu otot, bukan adu otak. Si alam demokrasi sebaiknya dikembangkan adu otak, dalam dialog bila perlu debat," ujarnya.
Din Sebut Pemerintah Kebablasan
Artikel Terkait
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?
Rupiah Anjlok ke Rp17.400! Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, IHSG Ikut Merah
Bukan Bos TV! Ternyata Ini Sosok di Balik Masuknya McDonalds ke Indonesia yang Kembali Viral