Kegiatan ini bertujuan untuk mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli lingkungan terutama kepada kualitas air sungai yang lebih baik.
"Jadi kami itu menggerakkan masyarakat melalui komunitas dengan harapan komunitas sebagai fasilitator masyarakat, sehingga masyarakat berubah mindsetnya menjadi lebih peduli kepada lingkungan, dan hasilnya terlihat jika kualitas air sungai Ciliwung membaik," ujar Direktur Pengendalian Pencemaran Air, Nety Widayati dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/6/20220.
Pencemar terbesar sungai disebut Nety berdasarkan data pemantauan berasal dari limbah domestik rumah tangga. Untuk itu melalui gerakan-gerakan peduli sungai seperti ini diharapkan limbah domestik rumah tangga yang masuk ke sungai akan bisa terkurangi karena masyarakat juga akan semakin teredukasi pentingnya sungai yang bersih.
"Jika dengan kita menggerakkan komunitas, sehingga komunitas menggerakkan masyarakat yang ada agar limbah pencemar domestik bisa tertangani karena seluruh masyarakat berubah pola pikirnya," ujarnya.
Nety pun menyebutkan jika kondisi pencemaran air sungai di Indonesia jika berdasarkan tren status mutu air sejak tahun 2015 terus menunjukkan perbaikan, meski belum semuanya dalam kondisi baik.
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?
Rupiah Anjlok ke Rp17.400! Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, IHSG Ikut Merah