Hal itu buntut BUMN tak memberi sponsor untuk Formula E yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Jadi, kelihatannya ada persaingan yang tidak sehat. Hal itu akan ditangkap publik dan menjadi sentimen negatif untuk Erick Thohir," ujar Kunto kepada GenPI.co, Jumat (10/6/2022).
Menurut Kunto, pendukung Anies berpotensi makin anti kepada menteri berlatar belakang pengusaha tersebut. "Sebab, Erick Thohir dianggap berusaha menyabotase Formula E. Akan tetapi, pemilih apatis dalam politik pasti akan melupakan hal ini di 2024," terangnya.
Meski demikian, Kunto menilai parpol tetap pragmatis dan berpotensi mencalonkan Erick Thohir dalam Pilpres 2024. "Selama harganya cocok, punya popularitas, dan elektabilitas, Pak Erick Thohir masih bisa mendapat tiket dari parpol," kata dia.
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya