Beranda Politik
Follow

None Jadi Ancaman Bagi Kandidat Lain Jika Kembali Bertarung di Pilwali Makassar 2020 Mendatang

0

MAKASSAR, Polhukam.id – Satu-satunya Birokrat yang digadang-gadang maju di Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar adalah, Irman Yasin Limpo.

Meski Pilwali Makassar bakal digelar tahun 2020, namun proses penjaringan pun sudah dimulai tahun 2019 ini.

Nama Irman Yasin Limpo yang akrab disapa None marak disebut sejumlah kalangan di kota Makassar, untuk maju kembali bertarung di Pilwali Makassar tahun 2020 mendatang. None saat ini masih tercatat sebagai salahsatu birokrat senior di Pemerintahan Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel.

“None menurut saya adalah figur yang populer di Makassar, dan memiliki modal politik yang lumayan besar,” kata Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah, Minggu (19/5/2019).

“Kalau kita bercermin pada pertarungan Pilwali dua periode yang lalu, None memiliki mesin politik yang lumayan besar serta efektif dalam mendulang suara,” tambah, M.Asaratillah.

M.Asaratillah mengingatkan, None di Pilwali Makassar harus berhati-hati dalam bertarung, sebab konstalasi politik saat ini di Makassar sudah sangat berbeda dari sebelumnya saat None menjadi calon Wali Kota yang waktu itu berpasangan, Busrah Abdullah.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Mengadu ke Presiden PKS Bahwa Hak Angket Merupakan Pembunuhan Karakter

“Tapi yang perlu diingat bahwa, struktur peluang politik di pilwali 2020 mengalami sedikit perubahan. Waktu None bertarung saat itu, klan Yasin Limpo (YL), masih memiliki posisi yang sangat kokoh, apalagi waktu itu SYL yang menjabat sebagai gubernur,” urainya.

Disisi lain, M.Asaratillah menilai jika Gubernur Sulsel saat ini, Nurdin Abdullah mendorong keluarganya yaitu, Taufiq Fachruddin tidak menutup kemungkinan akan menjadi ancaman bagi calon-calon Walikota yang ingin maju, termasuk None.

Sebab, Nurdin Abdullah bukan dari latar politisi, ditambah posisi kepemimpinannya yang dinilai kurang baik, pasca pelantikan pejabat di Pemprov Sulsel yang bermasalah.

“Tapi di saat NA yang menjabat sebagai Gubernur, NA sebenarnya memiliki semacam kekuatan testimoni politik kepada kandidat Wali Kota yang dia akan dukung, termasuk keluarganya (Taufiq Fachruddin). Tapi adanya kasus pelantikan kemarin, mengalami semacam penurunan wibawa kepemimpinan di mata publik, dan ini tentunya berpengaruh terhadap kekuatan legitimasi politik NA di kota Makassar,” terangnya

“Sehingga saya rasa, None memiliki peluang politik yang sama dengan calon kandidat-kandidat lainnya, seperti Danny Pomanto, Deng Ichal, Tamsil Linrung, Sukriansyah dan lainnya,” ungkapnya.

No ratings yet.

Please rate this