Beranda Kolom
Follow

Patriot Telah Mati

0

Polhukam.id – Sementara agenda-agenda besar negeri ini digelar, tepat di gazebo seberang rujab beberapa pemuda sibuk merawat perpecahan. Kira-kira seperti itulah pikiran awam kita.

Namun kali ini saya ingin menawarkan analisa lain tentang apa yang sedang terjadi terhadap pemuda. Dan saya ingin memulai dari satu tatanan yang ruwet serta tidak terkendali dari kondisi sosial politik Silajara ini.

Ibu Sri Muliani suatu ketika pernah mengatakan tantang bagaimana asal-usul penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di negeri ini. Hulunya ada dalam bentuk bisik-bisik para aktor belakang layar pra kontestasi pemilu dan hilirnya adalah sebuah kebijakan publik.

Dan lalu semua lapisan masyarakat menjadi dilematis memperdebatkan apa yang ada diatas meja, yang sebenarnya adalah barang yang telah selesai dalam agenda bisik-bisik para aktor yang mungkin beberapa tidak punya kewenangan dalam upaya pembuatan kebijakan itu.

Maka yang terjadi adalah kebijakan yang keluar tentunya mengenyampingkan urusan kesejahteraan rakyat demi kesejahteraan para aktor, kritik dibungkam, pemuda yang haus wine dan pencinta wangi-wangian dari barat ditawar murah untuk jadi tembok kekuasaan.

Pernahkah atas nama pemuda selayar benar-benar mengkritisi dengan tegas anjloknya harga kopra? Atau paling tidak tentang apakah yang terjadi dengan lestari maju? Saya yakin semua menjawab tidak pernah. Kenapa? Ini bukan karena mereka lagi asik merawat perpecahan, tetapi lebih kepada ketidak-mampuan untuk bersatu kembali. Salah satu sebabnya adalah sosok ikonik yang mungkin terpilih dalam kongres-kongres kepemudaan yang tidak berkemampuan dalam urusan mengolah laju kehidupan kepemudaan.

Dan berarti itu adalah musibah….

Penulis: Akbar Putra

No ratings yet.

Please rate this