Beranda Hukum & Keamanan
Follow

Penghuni Lapas Klas 1A Makassar Ditemukan Tergantung dengan Menggunakan Sarung Salatnya

0
Ilustasi

MAKASSAR, Polhukam.id – Aryanto Jaya berusia 31 tahun ditemukan tidak bernyawa lagi dalam keadaan gantung diri dalam kamar 14 blok A 2, merupakan kamar Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) Lapas Klas 1 A Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Rabu (9/10/2019) sekitar pukul 05.00 wita.

Korban merupakan narapida yang baru dipindahkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 A Makassar.

Dia ditemukan meninggal dunia oleh sipir lapas dalam keadaan menggantung dengan sarung yang biasa dia gunakan untuk Salat.

Kepala Lembaga Permasyarakattan (Kalapas) Klas I Makassar, Robianto menyebutkan, korban yang baru seminggu di Lapas Makassar, setelah dipindahkan dari Rutan Makassar ini memiliki kelainan jiwa.

“Itu diketahui ketika petugas membuka kunci. Menurut keterangan dokter jiwa di sini, dia (korban) ada gangguan jiwa, baru satu minggu disini pindahan dari rutan Makassar” kata Robianto.

Napi ini merupakan tahanan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mengakibatkan istrinya meninggal dunia yang ditangani oleh Polsek Biringkanaya. Dia divonis hukuman penjara selama 12 tahun yang baru dijalani satu tahun.

Baca Juga:  Langkah Pemkot Menutup Lima Usaha Gudang dan Ekspedisi di Tallo Kandas

Menurut Rubianto, bahwa setiap narapidana baru masuk sudah di test psikologi, hasilnya memang ada gejala-gejala kejiwaan diantaranya susahnya berkomunikasi, lain ditanyakan lain dijawabkan, seringnya bertutur kata yang tidak pantas.

“Dia sendiri di kamar itu, yah karena memang dia ada gangguan jiwa. Makanya kita inapkan sementara di ruang Mapenaling itu,” terangnya.

Sementara, Kapolsek Rappocini Kompol Edhy Supriyadi mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan. Dari hasil olah TKP korban diduga menggunakan sarung lalu diikat di celah ventilasi di dalam kamarnya untuk mengakhiri hidupnya.

“Untuk proses lidik kami tetap lakukan dengan hasil olah TKP yang ada. Tapi dari hasil pemeriksaan luar jenazah tidak sama sekali tanda kekerasan dari korban,” terangnya.

“Hasil pengamatan kami, di ventilasi di atas itu diduga dia naik dan mengingat sarung dan lompat hingga meninggal dunia,” sambungnya.

Saat ini kata Edhy pihaknya masih menunggu keputusan pihak keluarga untuk dilakukan tindakan otopsi.

“Untuk keluarganya sudah kami hubungi dan sekarang sudah menuju ke Rs Bayangkara Makassar,” pungkasnya.

No ratings yet.

Please rate this