Beranda Headline
Follow

Polisi Tangkap Aktivis Kemerdekaan Papua

0

Polhukam.id – Aparat kepolisian menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kossay di wilayah Hawai, Sentani, Papua pada Selasa (17/9/2019) petang. Polisi menyebut penangkapan aktivis kemerdekaan Papua tersebut terkait tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Juru Bicara Polda Papua Kombes AM Kamal tidak menjelaskan lebih jauh terkait penangkapan Agus Kossay. Dia hanya mengatakan Agus masuk daftar pencarian orang (DPO).

“DPO curanmor,” kata Kamal, Rabu (18/9/2019).

Terpisah, Juru Bicara Internasional KNPB Victor Yeimo membenarkan bahwa ketuanya telah ditangkap polisi. Agus sudah dibuntuti aparat beberapa waktu belakangan.

“Benar (ditangkap) jam 6 sore (Selasa) di Hawai, Sentani. Dia dibuntuti,” kata Victor.

Ia mengatakan Agus ditangkap bersama seorang temannya saat mengendarai sepeda motor. Dia menyebut penangkapan ini sebagai bentuk kriminalisasi terhadap aktivis Papua.

“Ini upaya pengalihan dari Polri untuk menutupi kasus rasisme mahasiswa Papua,” ujarnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Belakangan ini, kata Victor, Agus memang memimpin demonstrasi merespons tindakan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Jawa Timur. Dia mengklaim KNPB kerap memediasi aksi damai bersama mahasiswa dan rakyat di Papua.††

Baca Juga:  Ada Pemalsuan di UUD 1945, Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Dianggap tidak Sah

Dia menyebut Agus terlibat dalam aksi di Jayapura pada 19 Agustus lalu. Menurutnya, aksi itu dilakukan secara damai. Sementara pada aksi berikutnya 29 Agustus, Victor mengatakan Agus tak terlibat dalam kerusuhan di Jayapura.

Victor mengatakan sebelum penangkapan Agus, aparat kepolisian telah menangkap puluhan aktivis KNPB di sejumlah daerah, seperti di Timika, Nabire, Paniai, dan Jayapura.

“Perintah Kapolri memang tangkap semua pimpinan KNPB. Kami sebut ini kriminalisasi,” ujarnya.

“Kami bilang Tito (Kapolri) dan Kapolda, berhentilah! Bukan saatnya Papua dihadapi dengan penangkapan. Penangkapan tidak akan membuat KNPB berhenti serukan kemerdekaan Papua,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Tim Asistensi Kapolri Irjen Paulus Waterpauw seperti dikutip antaranews.com menduga KNPB mendalangi pemulangan ribuan mahasiswa asal Papua.

Dia mengatakan aktivis KNPB yang juga merupakan mahasiswa senior melakukan intimidasi hingga menyebabkan pulangnya ribuan mahasiswa karena takut akan intimidasi.

“Pada umumnya mahasiswa yang menjadi anggota KNPB lah yang sering kali melakukan intimidasi hingga membuat mahasiswa lainnya ketakutan,” katanya, Selasa (17/9/2019).

No ratings yet.

Please rate this