POLHUKAM.ID - Ketua Umum Ganjarian Spartan, Mohamad Guntur Romli, menanggapi perihal pertemuan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan-Cak Imin dengan mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Potret ketiga tokoh tersebut bahkan menjadi perbincangan publik.
Guntur Romli menilai Anies memiliki tujuan untuk memainkan politik identitas dan isu SARA seperti pada Pilkada DKI beberapa tahun lalu. Kedua, hal itu dilakukan Anies untuk menarik barisan 212 yang masih berada di kubu Prabowo agar kembali kepadanya.
"Apa tujuannya? Pertama, ini "alarm" akan ada permainan politik identitas dan isu SARA seperti di Pilkada DKI," tulis Guntur Romli melalui akun Twitter (aatau X) pribadinya @GunRomli.
"Kedua, ini cara Anies untuk terus menarik barisan 212 yang masih ada di kubu Prabowo untuk kembali ke Anies, dengan menunjukkan bahwa Anies adalah "loyalis" Rizieq," lanjutnya.
Ketiga, kata dia, Anies ingin memberikan pesan kalau pihaknya semakin menjadi antitesa Jokowi. Sebagaimana diketahui, Jokowi-lah yang membubarkan FPI yang dipimpin oleh Rizieq Shihab.
"Ketiga, pesan pada Jokowi bahwa Anies dan Imin semakin jadi antitesa Jokowi karena Jokowi yang membubarkan FPI yang didirikan Rizieq, tapi Anies justru mesra dengan Rizieq," kata dia.
Artikel Terkait
Iran Sebut Indonesia Banci & Pro-AS: Dampak Nyata ke Pertamina dan Cara Memperbaikinya
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor