Beranda Lyfestyle
Follow

Rogoh Kocek Demi Berkencan dengan sang artis VA

Polhukam.id – Terungkap sudah oleh Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi, bahwa pria yang diduga memesan artis berinisial VA atau Vanessa Angel berprofesi sebagai pengusaha.

“Iya (pekerjaannya) pengusaha. Itu aja,” kata Harissandi seperti dikutip dari laman Kompas.

Pria jutawan itu diduga menggunakan jasa artis melalui muncikari prostitusi online yang berada di Surabaya dan Jakarta.

Vanessa Angel dipilih karena rupanya si pengusaha sangat ngefans dengan sang artis.

Dia meminta agar bisa berkencan bersama artis idolanya tersebut.

Keinginannya tercapai, namun sayang Vanessa justru diamankan polisi di hotel berbintang tempat mereka berkencan.

Munculnya bisnis prostitusi tak hanya disebabkan karena adanya wanita yang mencari uang sebagai pekerja seks.

Namun juga dikarenakan permintaan yang tinggi dari para pria sebagai konsumen akan jasa ini.

Sebuah penelitian dari University of California, Los Angeles (UCLA) ungkap profil psikolog dari para pria hidung belang pengguna Jasa Prostitusi.

Hasilnya, para peneliti menemukan para pria yang menggunakan jasa prostitusi biasanya kurang memiliki empati terhadap perempuan.

Seksolog Klinis, Zoya Amarin, M.Psi, FIAS berpendapat hal tersebut ada benarnya.

Namun, tambah Zoya, ada satu yang sering kali luput dari pemikiran orang mengenai alasan para pria menggunakan jasa prostitusi.

Alasan ini bahkan berlaku juga pada pria pengguna jasa prostitusi yang meski sudah berkeluarga.

Menggunakan jasa pekerja seks merupakan cara yang tak perlu merepotkan pria saat melakukan hubungan seks.

Pria tak lagi merasa dituntut untuk memikirkan kepuasan pasangan seksnya secara timbal balik.

Dengan membayar sejumlah uang tertentu, pria dapat mendapatkan kepuasan ego tanpa memikirkan apakah pasangannya merasakan hal yang sama atau tidak.

Pada kasus Vanessa Angel, Pengusaha R rela membayar Rp80 juta untuk sekali berkencan dengan artis idolanya.

Menurut Zoya hal tersebut bisa saja terjadi karena adanya kebutuhan untuk memenuhi ego.

Terkait tarif yang dipasang hingga puluhan juta, Zoya berpendapat itu hanya karena popularitas saja.

“Artis yang lebih terkenal memasang tarif yang lebih tinggi. Bisa saja,” tutur Zoya.

Permainan tarif ini bisa menimbulkan gairah tersendiri bagi pria yang memiliki ambisi.

Zoya memberikan contoh dengan menggunakan ilustrasi merk mobil,

“Beda kan rasanya jika kita membeli mobil keluaran jepang dengan mobil keluaran eropa?

Ada perasaan tersendiri saat kita bisa membeli mobil yang lebih mahal daripada mobil yang umum digunakan orang.”

Perasaan yang memuaskan ego bahwa dirinya bisa tidur dengan artis terkenal justru punya pengaruh lebih besar daripada kepuasan seksual yang diinginkan.

Orang–orang seperti ini justru bukan termasuk orang yang agresif dalam hal seks.

Orang agresif cenderung akan melakukan kekerasan seksual, sedangkan orang-orang seperti ini justru memang orang yang mampu membayar untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Orang yang mau membayar ini belum tentu agresif.

Biasanya mereka cenderung tidak bisa mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan semacam kepada pasangannya sendiri.

Ketidakmampuan mengomunikasikan hal ini pula yang membuat tak jarang pria yang sudah berkeluarga relatif sering memiliki masalah dalam rumah tangga.

“Jadi, jangan heran kalau yang sudah berkeluarga pun bisa melakukan hal serupa,” tutup Zoya.

No ratings yet.

Please rate this