Beranda Umum
Follow

Saking Liarnya, Tukang Parkir Keroyok Oknum Polisi

0

MAKASSAR, Polhukam.id – Anggota Polri yang bertugas di Polsek Rappocini menjadi korban penganiayaan usai berbelanja di sebuah minimarket Jalan Andi Tonro, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Minggu (8/9/2019).

Korban diketahui bernama Irsan (27) bertugas dibagian BA Polsek Rappocini berpangkat Brigadir Polisi Dua. Sementara, pelaku bernama, Muh Laili alias Sakir (30), Sultan alias Aco (20) dan Dandi alias Temon (21) berhasil ditangkap personel Opsnal Polsek Rappocini, sedangkan satu pelaku berhasil kabur.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko mengatakan, kejadian pengeroyokan tersebut terjadi saat korban usai berbelanja di minimarket lalu terlibat selisih paham dengan jukir liar hingga berujung penganiayaan.

“Korban tugas di Polsek Rapoccini. Dia dikeroyok sama tukang parkir usai belanja di sebuah minimarket,” kata Indratmoko, Senin (9/9/2019).

Indratmoko menerangkan, saat itu korban hendak meninggalkan minimarket tersebut kemudian tiba-tiba jukir liar ini langsung memukul bagian belakang mobil korban sehingga korban pun turun dari mobil dan menegur jukir liar itu serta memberitahukan jika dirinya adalah anggota Polri.

Akan tetapi, saking liarnya, para jukir liar tersebut tidak percaya dengan perkataan korban sehingga mereka meminta kartu tanda anggota. Namun, tiba-tiba jukir liar ini malah langsung memukul korban di bagian wajah, sontak korban membelah diri dan berupaya menghindari amukan para pelaku.

“Korban dikeroyok tiga orang hingga mengalami luka memar pada bagian wajah. Dan beruntung beberapa warga melihat peristiwa tersebut dan menolong korban,” tambahnya.

Personel Opsnal Polsek Rappocini yang mendapatkan informasi tersebut langsung bergerak ke lokasi. Tidak berselang lama petugas berhasil menangkap tiga pelaku pengeroyokan tersebut.

“Tiga pelaku yang merupakan tukang parkir di lokasi kejadian telah berhasil kita tangkap dan satu orang yang sudah dikantongi identitasnya masih dalam pengejaran atau DPO,” bebernya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, bahwa Muh Laili Sakir memukul korban pada bagian wajah. Sementara rekannya, Aco mengaku jika ia hanya memegang tangan lalu meminta KTA korban. Sedangkan, Temon bahwa dirinya hanya melerai sewaktu terjadi keributan.

“Para pelaku ini diserahkan ke Polsek Tamalate mengingat locus delicty berada dalam wilayah hukum Polsek Tamalate. Dan kini mereka telah menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

No ratings yet.

Please rate this