Beranda Umum
Follow

Surat Lelang Jabatan Sekda Makassar Penuh Misteri

0

MAKASSAR, Polhukam.id – Pergantian Pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Makassar baru-baru ini mendapat sorotan dan kritikan keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat. Tak hanya pelantikan yang jadi pertanyaan, tapi juga pejabat yang di nonjobkan. Hal ini disinyalir ada nuansa politik.

Seperti yang di ungkapkan Ketua LSM Perak Sulsel, Adiarsa MJ. Senin (13/5/2019). Menurutnya, pelantikan sekaligus menonjobkan sejumlah ASN di Makassar termasuk beberapa Kepala Sekolah berprestasi diduga bernuansa politik.

Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) ini menganggap ada unsur politik, sebab beberapa yang dilantik belum memenuhi syarat. Seperti Kepsek yang baru-baru ini di lantik, tidak pernah mengikuti asesmen sebagai Calon Kepala Sekolah (Cakep) dan tidak memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).

Menariknya, mutasi yang dilakukan oleh mantan Walikota Makassar ini di kritisi mengenai pergantian sejumlah pejabat Struktural dan Fungsional. Tapi LSM dan semua pemerhati yang bergerak, menemukan surat edaran tentang hasil seleksi administrasi pengisian jabatan pimpinan tinggi  pratama Sekda Kota Makassar yang di duga tidak dilampirkan ke Badan Kepegawaian Nasonal (BKN).

Baca Juga:  Dilantik BPH UMS Rappang, Syahar: Ini Amanah Muhammadiyah

Surat edaran tersebut berdasarkan surat keputusan Panitia Seleksi Terbuka jabatan pimpinan pratama Sekertaris Daerah Kota Makassar Nomor : 06/Pansel/SEKDA/2018 tanggal 13 Desember 2018 tentang penetapan penetapan hasil Administrasi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Makassar secara terbuka.

“Bahwa surat edaran harus di ungkap, benarkan Ir. Andi Muhammad Ansar, M.si sebagai sekertaris daerah di Pemkot Makassar atau ada pejabat lain yang berhak menduduki posisi itu?,” ucapnya.

Terkait adanya surat edaran yang beredar, Kepala Badan Kepegawaian Dan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) kota Makassar A. Attas saat dikonfirmasi mengatakan belum mengetahui soal surat itu.

Ia mengaku baru tahu dari media, jika ada surat yang beredar.

“Baru saya tau kalau ada surat itu dari mediapi,” pungkasnya.

No ratings yet.

Please rate this