Beranda Lyfestyle
Follow

Tiram Bakar Berpotensi jadi Ikon Wisata Kuliner di Barru

0

BARRU, Polhukam.id – Masakan dengan bahan hasil laut sudah lama dikenal akan kenikmatannya. Cita rasanya sungguh menggugah selera makan. Jika sedang berada di Kabupaten Barru, anda bisa merasakan nikmatnya tiram bakar yang terkenal itu.

Tiram memiliki kandungan nutrisi tinggi. Zat mineral di dalamnya juga ampuh meningkatkan stamina, apalagi dikonsumsi dengan porsi tepat.

Tiram umumnya banyak disajikan sebagai hidangan andalan di restoran mewah dan kerap diburu para sosialita. Selain rasanya lezat, kandungan nutrisinya memang benar-benar menggiurkan.

Di Desa Lembae, Kecamatan Barru,Kabupaten Barru, kalian bisa menyantap sekarung tiram bakar dengan rasa dijamin nikmat. Harganya tentu saja jauh lebih terjangkau.

Tiram sendiri memang digandrungi oleh masyarakat sekitar, bahkan dari luar daerah seperti Makassar, Maros, Pangkep, hingga Pare-Pare. Rasanya gurih, terasa makin nikmat ketika dipadukan dengan sambal olahan sendiri dan nasi uduk.

Proses pembakaran tiram memerlukan waktu sekitar 30 menit. Begitu selesai, tiram akan diletakkan dalam wadah besar dan dibawa ke bale-bale bambu. Berikutnya, cangkang tiram akan dibuka menggunakan alat pemukul besi sepanjang 20 cm.

Baca Juga:  AIJ Guitars, Sang Penantang Gitar Kelas Dunia Akan Menggema di Freedom Blues Malam Nanti

Tiram yang siap disantap lantas akan diletakkan di atas batu, sebelum dipukul cangkangnya hingga terbuka. Setelah itu, tiram bisa langsung disantap menggunakan tangan atau sendok.

Memasuki musim liburan, para penjaja tiram bakar di kawasan Barru bakal kewalahan melayani pembeli saking larisnya. Mereka bahkan mengaku bisa menjual hingga 40 karung tiram per hari. Memasuki hari biasa, peminat memang menurun namun jumlahnya tak kalah luar biasa.

Sekarung tiram bakar biasanya dibanderol Rp25.000, sudah termasuk satu bakul nasi dan sambal khas Desa Lembae.

Meski cara mengolahnya bisa dibilang cukup sederhana, cita rasanya benar-benar nikmat. Sekali mencoba, dijamin bakal ketagihan.

Warga biasanya akan pergi mengambil tiram pagi hari. Menjelang siang, persediaan tersebut bakal mulai dibakar, sesuai permintaan pembeli. Jika sudah habis, mereka akan berangkat mengambil lagi. Begitu seterusnya hingga menjelang magrib.

Kenikmatan Tiram Bakar Barru sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat sekitar. Dengan sedikit bantuan pemberdayaan dan pengelolaan terarah dari pemerintah, bukan tak mungkin kuliner ini bakal jadi ikon anyar Barru atau bahkan Sulawesi Selatan.

No ratings yet.

Please rate this