Beranda Headline
Follow

Tokoh Politik PPP Disebut Berperan Sebagai Penyandang Dana Aksi Ricuh 21-22 Mei 2019

0

Polhukam.id – Polisi mengungkap aliran dana yang digunakan untuk mendanai aksi ricuh 21-22 Mei 2019. Habil Marati alias HM disebut berperan sebagai penyandang dana sebesar Rp 150 juta, yang diberikan kepada Kivlan Zein.

Hal itu diungkap Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Ia menyebut kalau dana tersebut digelontorkan untuk kebutuhan operasional dalam perencanaan pembunuhan tokoh nasional dan ketua lembaga survei.

“Tersangka HM ini berperan memberikan uang. Jadi uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api, juga memberikan uang Rp60 juta rupiah langsung kepada tersangka berinisial HK untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api,” Ary mengungkapkan.

HM sudah diamankan aparat kepolisian sejak dua pekan lalu. Dalam penangkapannya tersebut, Polisi mengamankan barang bukti handphone dan print out bank.

Baca Juga:  Balai Bahasa: Sudah Saatnya Pelanggar Tata Bahasa Diberi Sanksi

“Dari tangan tersangka HM, kami sita handphone untuk melakukan komunikasi dan print out bank dari tersangka HM,” dia menambahkan.

Habil Marati dikenal sebagai tokoh politik dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia juga pernah berkecimpung di dunia sepakbola. Pada 2012, Habil sempat menjadi manajer timnas yang berlaga di Piala AFF. Habil menjadi manajer saat PSSI dipimpin Djohar Arifin Husein.

Namun prestasi buruk timnas di Piala AFF saat itu justru mengakibatkan Habil lengser dari jabatannya pada 5 Desember 2012. Habil lalu diajak Ketua Badan Tim Nasional saat itu, Isran Noor, untuk bergabung. Tapi karena adanya konflik internal di PSSI akhirnya Habil juga tergeser dari jabatannya di BTN pada April 2013.

No ratings yet.

Please rate this