Menurut tim Wikimedia, Rusia tidak memiliki yurisdiksi atas Wikimedia Foundation, yang tersedia secara global dalam lebih dari 300 bahasa.
Narasi perang memang bervariasi secara drastis dan telah menjadi sangat dipolitisasi dengan jurnalis di Moskow dan Barat yang secara rutin dituduh salah melaporkan perang.
Ukraina mengatakan tragedi yang terjadi adalah korban perampasan tanah gaya kekaisaran yang tidak beralasan oleh Rusia, dan Ukraina akan berjuang sampai akhir untuk merebut kembali wilayah yang telah diduduki pasukan Rusia. Kiev telah berulang kali meminta bantuan Barat untuk memerangi Rusia.
Presiden Risia Vladimir Putin dan pejabat Rusia tidak menggunakan kata "perang" atau "invasi". Mereka menyebutnya sebagai operasi militer khusus yang bertujuan untuk mencegah penganiayaan terhadap penutur bahasa Rusia di Ukraina timur.
Putin juga mengatakan konflik tersebut adalah titik balik dalam sejarah Rusia: pemberontakan Moskow melawan Amerika Serikat, yang menurutnya telah mempermalukan Rusia sejak jatuhnya Uni Soviet pada 1991 dan mendorong untuk memperbesar aliansi militer NATO.
Ukraina dan pendukung Baratnya menyangkal klaim Moskow bahwa penutur bahasa Rusia dianiaya. Kiev mengatakan pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang, termasuk pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan di tempat-tempat seperti Bucha.
Rusia mengatakan bahwa bukti dugaan kejahatan perang itu palsu yang dibuat dengan hati-hati. Moskow mengatakan bahwa Ukraina dan pendukung Baratnya telah menyebarkan disinformasi tentang pasukan Rusia.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Khamenei vs Trump: Ancaman Perang Regional dan Fakta Mengerikan di Balik Protes Iran
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?
Bill Gates & Dokumen Epstein: Fakta Mengejutkan Klaim Penyakit Kelamin yang Dibantah Tegas
Dibalik Panggung Saudi: MBS & Adiknya Berebut Pengaruh, Siapa yang Akan Menang?