Trump juga berharap dapat merealisasikan janji investasi Saudi senilai 600 miliar dolar AS yang disampaikan saat kunjungannya ke Riyadh sebelumnya. Selain F-35, Saudi juga dilaporkan meminta jaminan keamanan, akses ke teknologi kecerdasan buatan (AI), dan kemajuan dalam program nuklir sipilnya.
Normalisasi dengan Israel: Tantangan dan Peluang
Trump dikabarkan akan mendorong MBS untuk bergabung dalam Kesepakatan Abraham dan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, posisi Saudi masih jelas: normalisasi membutuhkan progres nyata menuju pembentukan negara Palestina, suatu hal yang sulit di tengah situasi perang di Gaza.
Meski demikian, analis seperti Jonathan Panikoff dari Atlantic Council menilai bahwa minimnya kemajuan dalam isu Palestina tidak akan secara otomatis menggagalkan pakta keamanan baru AS-Saudi. Investasi besar dan kepentingan strategis bersama dinilai mampu memperhalus jalan menuju hubungan pertahanan yang lebih erat.
Strategi Jangka Panjang AS: Jauhkan Saudi dari Pengaruh China
Mantan negosiator AS, Dennis Ross, mengungkapkan motivasi strategis Trump. Ia ingin mengikat Saudi dalam kerja sama jangka panjang yang komprehensif dengan Washington, mencakup isu keamanan, finansial, AI, hingga energi. Tujuannya jelas: menjauhkan Riyadh dari tarikan pengaruh China di kawasan.
Kunjungan MBS ini menandai pemulihan hubungan bilateral dan membuka babak baru dalam dinamika geopolitik Timur Tengah, dengan penjualan F-35 dan normalisasi sebagai dua isu kunci yang akan menentukan masa depan aliansi.
Artikel Terkait
Iran Klaim Temukan Celana Dalam Pilot F-15 AS: Fakta atau Propaganda Perang 2026?
Pesawat AS Jatuh di Iran: Siapa Bohong? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Berlawanan AS vs Iran
7 Pesawat AS Jatuh dalam 1 Bulan Perang vs Iran: F-15 Hingga F-35 Terbongkar!
Presiden Prabowo Berang! 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Siapa Dalang Serangan Brutal Ini?