Pernyataan kontroversial ini juga disertai kritik keras terhadap sekutu AS di Eropa, khususnya Inggris dan Prancis. Trump menyindir Prancis karena dianggap tidak membantu, terutama setelah menolak memberikan izin lintas udara bagi pesawat militer AS yang menuju Israel.
Trump turut menyinggung operasi militer AS-Israel pada akhir Februari yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dia mengecam sikap Prancis yang dinilai tidak mendukung misi tersebut.
Dua Opsi dari Trump: Beli dari AS atau Ambil Langsung
Di satu sisi, Trump menawarkan negara-negara yang kesulitan bahan bakar untuk membeli pasokan energi dari Amerika Serikat. Namun, di sisi lain, dia sekaligus mendorong langkah yang lebih agresif dengan mengambil langsung sumber daya minyak dari Selat Hormuz.
Pernyataan Trump ini memicu berbagai tanggapan dan analisis mengenai stabilitas keamanan dan pasokan energi global di kawasan Timur Tengah yang sudah rentan.
Artikel Terkait
Email Direktur FBI Dibobol Hacker Iran: AS Tantang Dunia dengan Hadiah 10 Juta USD!
Israel Tuduh Hizbullah Serang Markas TNI di Lebanon: Fakta atau Dalih di Sidang DK PBB?
TNI Gugur di Lebanon: IDF Buka Suara, Siapa Dalang Sebenarnya?
Trump Klaim Mojtaba Khamenei Tewas: Benarkah Rezim Iran Akan Runtuh?