Oleh karena itu, dia menyerukan kewajiban bagi seluruh umat Islam untuk bersatu padu guna menghadapi serangan dan peperangan yang dilancarkan oleh Zionis Israel bersama Amerika Serikat.
Rudal Israel Tidak Pilih Mazhab
Menanggapi isu perbedaan mazhab, Dubes Iran memberikan penekanan yang gamblang. Menurutnya, serangan Israel tidak membeda-bedakan antara Sunni dan Syiah.
“Ketika rudal dari Israel dijatuhkan, rudal itu tidak memilih mana Sunnah, mana Syiah. Semuanya kena,” kata Boroujerdi dengan tegas.
Ia kemudian mengutip Surah Ali Imran ayat 103 yang mengingatkan tentang pentingnya berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai. Boroujerdi menambahkan, dalam kondisi perang seperti sekarang, tidak semestinya umat Islam memperbesar perbedaan mazhab dan agama, karena justru itulah tujuan Israel.
“Israel-lah yang memisah-misahkan antar agama,” pungkasnya.
Seruan persatuan ini menegaskan komitmen untuk mengesampingkan perbedaan internal dan fokus pada ancaman bersama terhadap martabat dan kedaulatan umat Islam di dunia.
Artikel Terkait
Iran Klaim Temukan Celana Dalam Pilot F-15 AS: Fakta atau Propaganda Perang 2026?
Pesawat AS Jatuh di Iran: Siapa Bohong? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Berlawanan AS vs Iran
7 Pesawat AS Jatuh dalam 1 Bulan Perang vs Iran: F-15 Hingga F-35 Terbongkar!
Presiden Prabowo Berang! 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Siapa Dalang Serangan Brutal Ini?