Artinya, dengan memberi perlindungan kepada para oligark tersebut, UEA telah menggagalkan upaya menghentikan perang. UEA belum menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atau mengkritik invasinya ke Ukraina.
Negara Arab yang baru saja berduka atas wafatnya sang presiden Khalifa bin Zayed Al Nahyan tersebut juga memberikan visa kepada orang Rusia yang tidak terkena sanksi.
Diperkirakan ratusan ribu orang telah meninggalkan Rusia sejak beberapa bulan terakhir. Seorang ekonom Rusia mengatakan sebanyak 200.000 orang Rusia telah pergi dalam 10 hari pertama setelah perang dimulai.
Virtuzone, yang membantu perusahaan untuk mendirikan operasi di Dubai, telah melihat lonjakan besar klien Rusia.
"Kami menerima lima kali lebih banyak pertanyaan dari Rusia sejak perang dimulai," kata kepala eksekutif George Hojeige.
"Mereka khawatir tentang krisis ekonomi yang akan datang. Itu sebabnya mereka pindah ke sini untuk mengamankan kekayaan mereka," tambahnya.
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Kain Kabah untuk Jeffrey Epstein: Dokumen Bocor Ungkap Pengiriman Misterius dari UEA
Rp16,7 Triliun untuk Gaza? Anggota DPR Ungkap Risiko Mengerikan di Balik Iuran Indonesia
Khamenei vs Trump: Ancaman Perang Regional dan Fakta Mengerikan di Balik Protes Iran
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?