Putin melancarkan invasinya, menyebutnya sebagai "operasi militer khusus", untuk mendemiliterisasi Ukraina, membasmi apa yang dikatakannya sebagai nasionalis berbahaya dan melindungi penutur bahasa Rusia di negara itu.
Ukraina dan sekutunya mengatakan Rusia melancarkan perampasan tanah bergaya kekaisaran, memicu konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Setelah gagal merebut ibu kota Kyiv lebih awal, Rusia kini melancarkan perang gesekan untuk wilayah Donbas Ukraina, yang sebagiannya dikendalikan oleh proksi separatis Rusia.
Pada hari Minggu, Putin mengklaim kemenangan terbesarnya ketika pasukan Ukraina menarik diri dari provinsi Luhansk. Pasukan Rusia kemudian melancarkan serangan untuk merebut provinsi tetangga Donetsk. Donetsk dan Luhansk terdiri dari Donbas.
Rusia mengatakan ingin merebut kendali wilayah timur dan kawasan industri berat atas nama separatis yang didukung Moskow di dua republik rakyat yang memproklamirkan diri.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Serangan Rudal Israel Hancurkan Pusat Antariksa Iran: Dampak Mengerikan yang Dirahasiakan
Iran Tembak Mati! Ali Larijani Dibunuh Israel, Pemimpin Baru Tolak Damai & Ancang Perang Total
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Timur Tengah: Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Ali Larijani Syahid! Pesan Terakhirnya yang Menggemparkan untuk Umat Islam Lawan AS & Israel