Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menggambarkan insiden itu sebagai sebuah tragedi. Pihaknya juga memastikan akan memberikan bantuan kepada korban luka.
“Polisi tambahan dan personel pertahanan telah dikerahkan ke Pulau Melville untuk mendukung operasi, melakukan triase terhadap orang-orang yang terluka. Serta mengembalikan mereka ke Darwin dan juga menjaga lokasi kecelakaan sementara penyelidikan terus dilakukan,” ujarnya dikutip dari rri.co.id.
Osprey adalah hibrida yang menggabungkan fitur helikopter dan pesawat turboprop yang dapat melakukan perjalanan jauh lebih cepat. Daripada helikopter konvensional.
Pesawat ini memiliki sejarah yang buruk, dengan kecelakaan fatal di Norwegia tahun lalu yang menewaskan empat marinir. Tiga orang lainnya tewas pada 2017 ketika pesawat mereka menabrak bagian belakang kapal pengangkut di lepas pantai Australia utara. []
Artikel Terkait
Gelombang No Kings: 8 Juta Warga AS Turun ke Jalan, Desak Trump Mundur!
Iran Izinkan 20 Kapal Pakistan Lintasi Selat Hormuz: Sinyal Damai atau Strategi Baru?
Houthi Serang Israel: Dampak Mengerikan yang Bisa Guncang Timur Tengah dan Dunia
Kapal Tanker Pertamina Disandera Iran di Selat Hormuz: Ini 3 Kesalahan Diplomasi yang Harus Dibayar Indonesia