Platform media sosial X yang sebelumnya Twitter mengatakan, pihaknya juga melarang Hamas dan telah menghapus ratusan akun yang berafiliasi dengan Hamas.
Saluran Telegram untuk sayap militer Hamas Brigade al-Qassam kini telah memiliki sekitar 200.000 follower pada saat serangan terjadi. Pengikut saluran tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat, menurut analisis Lab Penelitian Forensik Digital Dewan Atlantik.
Sebelum serangan terjadi, postingan yang dibuat saluran tersebut dilihat rata-rata sekitar 25.000 kali, tetapi kini sudah dilihat lebih dari 300.000 kali, yang berarti ada peningkatan lebih dari 10 kali lipat.
Menurut Memetica, saluran lain yang mengunggah pesan video dari juru bicara Hamas memiliki sekitar 166.000 follower sebelum 7 Oktober, sekarang memiliki lebih dari 414.000 pengikut.
Sumber: beritasatu
Artikel Terkait
Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik di 2026? Ini Fakta Sains yang Mengejutkan!
Dewan Perang Rahasia Eropa: Benarkah Elite Eropa Bersiap Hadapi Perang Dunia 3?
Jerman Kembali Jadi Raksasa Militer Eropa: Strategi Rahasia & Target 260.000 Pasukan yang Bikin Rusia Waswas
Tragis! 21 Tewas dalam Tabrakan Maut Kereta Cepat Spanyol, Diduga Akibat Anjlok di Adamuz