Perusahaan ini juga memiliki kantor pusat di Hamburg, Jerman, serta laboratorium di Asia dan Amerika Latin.
Pada tahun 1980-an, Nivea menemukan bahwa kepercayaan konsumen pada merek mereka sangat tinggi.
Beiersdorf, perusahaan induk Nivea, mengenali potensi pertumbuhan terkait dengan temuan ini.
Perusahaan tersebut meluncurkan sejumlah produk perawatan kulit Nivea baru dengan kualitas yang tinggi.
Salah satu produk ini adalah Nivea Men After Shave Balsam untuk kulit sensitif pria.
Pada tahun 2023, Nivea menjadi salah satu produk yang diboikot oleh sejumlah negara Arab dan Muslim.
Boikot ini disebabkan oleh dugaan bahwa Nivea mendukung Israel.
Dugaan dukungan Nivea terhadap Israel muncul setelah perusahaan ini merilis iklan di Israel pada tahun 2022.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusahits.com
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?
Bill Gates & Dokumen Epstein: Fakta Mengejutkan Klaim Penyakit Kelamin yang Dibantah Tegas
Dibalik Panggung Saudi: MBS & Adiknya Berebut Pengaruh, Siapa yang Akan Menang?
10 Nama Besar yang Muncul dalam Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein: Dari Elon Musk hingga Pangeran Andrew