Menurutnya, informasi yang dibahas juga bisa berdampak pada harga saham di pasar modal.
"Kalau di pasar modal akan mempengaruhi harga, membentuk harga, dan sebagainya. Itu bisa menjadi pelanggaran kalau kita sampaikan ke publik," tambahnya.
Selain roadmap dan RKAP, rapat juga membahas neraca awal perusahaan, proyeksi rugi-laba, hingga kinerja Danantara tahun depan.
"Sebagai proyeksi tentu tidak mungkin bisa dibicarakan secara terbuka. Saya minta pengertian teman-teman jurnalis, karena Danantara ini banyak hal yang sifatnya investasi," jelas Misbakhun.
Ia menegaskan, informasi tersebut tidak boleh dijadikan bahan spekulasi.
"Kalau dijadikan alat spekulasi, dikhawatirkan akan mengganggu business judgement yang seharusnya murni profesional, tidak dipengaruhi faktor lain di luar bisnis," pungkasnya.
Sumber: Detik
Artikel Terkait
Dino Patti Djalal Bongkar 4 Alasan Keras: Mediasi Prabowo untuk Iran-AS Mustahil Terwujud!
Makan Bergizi Gratis Berbelatung? 47 Dapur Disetop Operasi, Ini Fakta Mengerikannya
Anies Baswedan Buka Suara Soal Gugatan MK: Akhir Dinasti Politik di Indonesia?
SBY Buka Suara: Mampukah Trump & Khamenei Cegah Perang AS-Iran di 2026?