10 Demo Terbesar Yang Terjadi di Indonesia Sepanjang 2025!

- Jumat, 29 Agustus 2025 | 20:45 WIB
10 Demo Terbesar Yang Terjadi di Indonesia Sepanjang 2025!




POLHUKAM.ID - Tahun 2025 menjadi salah satu periode dengan gelombang demonstrasi yang cukup besar di Indonesia, bahkan disebut sebagai tahun dengan frekuensi aksi massa paling padat dalam satu dekade terakhir.


Berbagai kelompok mulai dari mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online, hingga pengusaha truk turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka. 


Tidak hanya berpusat di Jakarta, gelombang demonstrasi juga terjadi serentak di daerah-daerah.


Dengan mobilisasi massa yang masif, aksi-aksi ini menjadi catatan penting perjalanan demokrasi Indonesia. 


Berikut adalah rangkuman 10 demo terbesar yang terjadi hingga 29 Agustus 2025.


Demo di Indonesia pada 2025


1. Aksi Indonesia Gelap (17-20 Februari 2025)


Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demo maraton bertajuk "Indonesia Gelap" di berbagai daerah. 


Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat, terutama terkait efisiensi kabinet, hingga pemangkasan anggaran pendidikan.


Gelombang aksi di daerah-daerah sudah dimulai sejak 17 Februari di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Aceh dan Papua.


Puncak aksi berlangsung di Jakarta pada 19-20 Februari 2025, di mana ribuan mahasiswa berkumpul menyuarakan tuntutan. 


Demonstrasi ini menjadi sorotan nasional karena mampu menghimpun solidaritas dari berbagai elemen mahasiswa di seluruh Indonesia.


2. Demo Driver Ojek dan Kurir Online (17 Februari 2025)


Ratusan pengemudi ojek online dan kurir melakukan unjuk rasa di depan Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta. 


Mereka menuntut agar aplikator diwajibkan memberikan THR, penghapusan potongan tarif yang dinilai terlalu tinggi, serta hak-hak dasar yang lebih adil bagi pengemudi. 


Dalam aksi tersebut, sebagian besar pengemudi melakukan offbid sebagai bentuk protes.


Tuntutan ini muncul karena skema potongan aplikasi dianggap sangat merugikan pengemudi, bahkan bisa membuat mereka hanya mendapatkan sepertiga dari tarif yang dibayarkan konsumen.


Selain itu, para driver juga menuntut cuti hamil bagi pengemudi perempuan serta perlindungan hukum yang lebih tegas dari pemerintah. 


Meskipun jumlah peserta tidak sebesar yang diperkirakan, demo ini berhasil menarik perhatian publik dan membuka diskusi mengenai status hukum dan kesejahteraan pekerja transportasi daring.


3. Demo Buruh Sritex (10-15 Maret 2025)


Buruh PT Sritex Sukoharjo menggelar demo selama lima hari untuk menuntut hak-hak mereka yang dianggap diabaikan perusahaan.


Tuntutan utama adalah terkait kejelasan pembayaran pesangon, THR, serta status buruh yang di-PHK secara ilegal. 


Mereka juga menyoroti dugaan penyalahgunaan dana koperasi karyawan oleh pihak manajemen.


Aksi ini tidak hanya berfokus pada PT Sritex, tetapi juga membuka posko pengaduan buruh dari perusahaan lain yang menghadapi masalah serupa.


Dukungan dari KSPI dan Partai Buruh membuat aksi ini semakin besar dan menjadi simbol perjuangan buruh terhadap praktik ketidakadilan di sektor industri tekstil maupun perusahaan besar lainnya.


4. Demo Aptrindo (20-21 Maret 2025)


Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menggelar aksi mogok operasi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pembatasan angkutan barang menjelang Lebaran.


Kebijakan ini dinilai akan menghambat arus distribusi logistik dan merugikan para pengusaha angkutan barang. Aksi ini melibatkan 950 perusahaan truk di Jakarta.


Ketua DPP Aptrindo menegaskan bahwa penghentian operasional ini merupakan langkah serius agar pemerintah mendengar keluhan mereka.


Meski kebijakan pemerintah bertujuan untuk kelancaran arus mudik, aksi mogok besar ini menunjukkan adanya tarik-ulur kepentingan antara kelancaran transportasi umum dengan kebutuhan logistik nasional.


5. Demo Hari Buruh Internasional (1 Mei 2025)


Peringatan hari buruh sedunia 2025 diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran. 


Di Jakarta, demo dipusatkan di depan Gedung DPR RI dengan jumlah massa yang diperkirakan mencapai 200.000 orang.


Isu yang diangkat meliputi kenaikan upah minimum, penolakan outsourcing, serta penghentian PHK massal.


Selain di Jakarta, demo juga berlangsung serentak di berbagai daerah lain. 


Aparat kepolisian menurunkan pasukan besar untuk mengamankan jalannya aksi. Meskipun sempat diwarnai kericuhan, sebagian besar aksi berlangsung damai.


6. Demo Driver Ojol "Aksi 205" (20 Mei 2025)


Aksi ini diikuti ribuan pengemudi ojek online yang tersebar di berbagai kota besar. 


Di Jakarta, demo dipusatkan di Bundaran Patung Kuda, Kementerian Perhubungan, dan depan Gedung DPR. 


Para pengemudi mematikan aplikasi alias off-bid untuk menunjukkan puncak kekecewaan terhadap aplikator.


Di daerah lain seperti Semarang dan Yogyakarta, aksi dilakukan dengan cara unik, seperti tabur bunga yang melambangkan matinya kesejahteraan pengemudi.


Tuntutan yang disuarakan meliputi penghapusan potongan aplikasi tinggi, penetapan tarif yang adil, serta keterlibatan pengemudi dalam penentuan kebijakan tarif layanan.


7. Demo Ojol URC "Aksi 177" (17 Juli 2025)


Unit reaksi cepat (URC) ojol menggelar demo besar di Lapangan Banteng, Jakarta. 


Mereka menolak status buruh karena menganggap pengemudi ojol adalah mitra mandiri, bukan pekerja subordinatif. 


Selain itu, mereka juga menolak pemotongan 10% komisi aplikasi yang dianggap tidak realistis.


Dalam aksinya, URC mendesak presiden RI segera mengeluarkan Perppu yang mengatur hubungan hukum antara aplikator dan pengemudi. 


Ribuan aparat keamanan dikerahkan untuk menjaga jalannya aksi, dan meski sempat memicu kemacetan, demonstrasi berlangsung relatif damai.


8. Demo Sopir Truk Tolak UU ODOL (19 Juni 2025)


Ribuan sopir truk di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menggelar aksi menolak penerapan UU Over Dimension Over Load (ODOL). 


Mereka menilai aturan tersebut tidak sesuai dengan realitas di lapangan dan justru membuat sopir terancam pidana.


Aksi ini dilakukan dengan blokade jalan dan pemasangan spanduk protes di kendaraan. Para sopir mengaku sering dipaksa oleh pasar dan industri untuk membawa muatan berlebih demi memenuhi kebutuhan produksi.


9. Demo DPR (25 Agustus 2025)


Ribuan massa dari berbagai kalangan memadati Gedung DPR untuk memprotes besarnya tunjangan anggota dewan dan buruknya etika mereka. 


Tidak seperti biasanya, aksi ini tidak diorganisir oleh aliansi tertentu, melainkan spontan dari berbagai lapisan masyarakat.


Kericuhan pecah saat aparat menahan sebagian massa, memicu bentrokan dan aksi anarkis yang meluas hingga ke jalur tol dan rel KRL. Stasiun Palmerah bahkan sempat ditutup akibat kerusuhan. 


Demo ini menjadi salah satu aksi paling panas tahun 2025, memperlihatkan ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja wakil mereka.


10. Demo Buruh (28 Agustus 2025)


Demo buruh nasional ini dipusatkan di depan Gedung DPR RI dan berlangsung serentak di 38 provinsi. Diperkirakan 10.000 buruh dari Jabodetabek ikut turun ke jalan. 


Aksi ini mengusung tuntutan kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5% sampai 10%, penolakan PHK massal, serta penghapusan sistem outsourcing.


Selain itu, buruh juga menuntut reformasi pajak nasional dan pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru sesuai putusan MK. Aksi ini berlangsung damai meski diwarnai orasi keras.


Hingga 29 Agustus 2025, demo menjadi salah satu cara masyarakat menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. 


Mulai dari isu ketenagakerjaan, regulasi transportasi, hingga kritik terhadap wakil rakyat, semua menunjukkan bahwa ruang demokrasi di Indonesia tetap hidup.


Sumber: BeritaSatu

Komentar