YouTuber Jovial Da Lopez dan Andovi Da Lopez kembali turun ke jalan mengikuti demonstrasi bersama sejumlah mahasiswa Universitas Prof Dr Moestopo Jakarta di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Senin, 1 September 2025.
Andovi menuturkan, aksi kali ini membawa 25 tuntutan untuk DPR dan pemerintah.
“Kita akan membuat 17 8 tuntutan rakyat berbasis 3 poin penting. Transparansi, reformasi, dan empati. Yuk kita belajar. Dalam jangka pendek, kita minta 17 tuntutan (direalisasikan DPR) dalam seminggu,” kata Andovi.
Beberapa tuntutan jangka pendek antara lain penarikan TNI dari pengamanan sipil, investigasi kematian pengemudi ojol Affan Kurniawan dan korban arogansi aparat keamanan dalam mengamankan aksi unjuk rasa beberapa waktu terakhir ini.
Lalu bekukan kenaikan gaji dan tunjangan DPR, transparansi anggaran, dan periksa anggota DPR bermasalah dengan melibatkan KPK.
“Intinya deadline-nya 5 September (jangka pendek),” sambungnya.
Sementara tuntutan jangka panjang, ia memberi tenggat waktu kepada DPR dan pemerintah selama satu tahun ke depan untuk merealisasikan. Beberapa di antaranya adalah reformasi DPR secara besar-besaran.
Kemudian reformasi partai politik reformasi perpajakan agar lebih adil, segera sahkan UU Perampasan Aset, hingga kembalikan TNI ke barak.
Sementara itu, Jovial mengatakan bahwa aksi kali ini menginginkan agar anggota DPR berperilaku buruk dibersihkan dari Senayan.
"Bukan sekadar orang diturunkan. Intinya bersihkan, reformasi DPR besar-besaran," pungkasnya.
Sumber: rmol
Foto: YouTuber Jovial Da Lopez dan Andovi Da Lopez kembali demo di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 1 September 2025. (Foto: RMOL/Raiza Andini)
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!