Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman mengungkap sisi kelam perjalanan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang selalu kandas, di era Presiden Jokowi hingga awal masa Presiden Prabowo.
Meski begitu, ia mengklaim bahwa partainya, Partai Demokrat, menjadi satu-satunya yang berjuang konsisten.
Benny menegaskan bahwa Fraksi Demokrat telah gigih memperjuangkan RUU ini sejak lama.
"Mendukung RUU Perampasan Aset itu segera dibahas untuk diundangkan menjadi undang-undang, sejak zaman Presiden Jokowi," ujar Benny di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Ia menceritakan, Demokrat kala itu mendesak Presiden Jokowi untuk menerbitkan Perppu atau memerintahkan partai koalisinya agar RUU ini dibahas.
"Tapi sampai dengan masa jabatannya berakhir kan, dua desakan kita ini nggak terwujud," sesalnya.
Kekecewaan serupa berlanjut di era Presiden Prabowo.
Upaya keras Fraksi Demokrat untuk memasukkan RUU Perampasan Aset ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025 kembali menemui jalan buntu.
"Tapi kalian tahu semua kan, itu nggak tercapai karena hanya kami yang mendukung itu. Yang lain ya enggak," ungkap Benny.
Ia menegaskan sikap Demokrat sangat jelas dan konsisten dalam mendukung RUU ini, yang sejalan dengan janji kampanye Presiden Prabowo untuk memimpin langsung pemberantasan korupsi.
"Jadi sikap kami jelas dan kami meminta, mendesak itu, karena kami bagian dari parpol yang mendukung sejuta persen Presiden Prabowo menjadi presiden," ujarnya.
Sumber: suara
Foto: Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman mengatakan pihaknya mengawal terus RUU Perampasan Aset sejak Pemerintahan Jokowi. (Dok: DPR)
Artikel Terkait
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?