Janji Kampanye vs Realita Pengungkapan Arsip Epstein
Selama kampanye 2024, Trump berjanji akan membuka semua dokumen kasus Epstein jika terpilih. Namun, setelah menjabat, Kementerian Kehakiman hanya merilis kurang dari 1% dari total dokumen, dengan alasan "melindungi privasi korban".
Pimpinan Partai Demokrat, termasuk Senator Chuck Schumer, menuduh adanya "pengungkapan selektif" dan menyatakan pejabat Kementerian Kehakiman telah "berbohong kepada rakyat Amerika". Saat ini, sekitar 5,2 juta halaman dokumen masih diproses oleh 400 pengacara.
Politik Jari Tengah dan Pembungkaman Isu Penting
Insiden ini mencerminkan bagaimana "politik jari tengah" dapat menggerus ruang debat rasional. Ketika respons vulgar menjadi sorotan, isu mendasar seperti transparansi hukum, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencarian keadilan dalam kasus Epstein justru terpinggirkan. Suara kritik ditekan, sementara dokumen-dokumen kunci tetap diam dalam arsip.
Artikel Terkait
Waspada! Gadis 13 Tahun di Bogor Dibawa Kabur Pria Kenalan TikTok, Ini Modus Grooming yang Harus Diketahui Orang Tua
Kontainer iPhone di Laut Jawa: Hoax AI yang Bikin Heboh atau Fakta Mengejutkan?
Wajib Pajak Syok Dihantam Denda Rp265 Juta, Tuding Petugas Pajak Main Standar Ganda!
Demo Buruh 15 Januari 2026: Tuntut UMP DKI Rp5,89 Juta, Benarkah Upah Saat Ini Tak Layak Hidup?