Rupiah Tembus Rp 17.000, Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD IDR) kembali terdepresiasi, bahkan sempat menembus level psikologis Rp 17.000 pada awal perdagangan Senin (9/3/2026). Pelemahan ini dipicu sentimen risk-off di pasar global yang memburuk akibat lonjakan tajam harga minyak dunia.
Pada perdagangan pagi di Jakarta, Rupiah tercatat melemah 76 poin atau 0,45% menjadi Rp 17.001 per Dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Indonesia ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah yang melampaui 100 dolar AS per barel, memicu kekhawatiran baru akan inflasi global.
Penyebab Pelemahan Rupiah: Analisis Pasar
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan harga minyak mentah bagi stabilitas ekonomi global.
"Sentimen risk-off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi," ujar Lukman. Ia memperkirakan pergerakan pasangan USD IDR hari ini akan berada di kisaran Rp 16.900 hingga Rp 17.050.
Artikel Terkait
Skandal MBG: Hanya 6,5% untuk Anak, 44% Dikorup Elit & Pengelola?
STNK 2026 Bisa Diperpanjang Tanpa KTP Pemilik Lama, Tapi Ada Bom Waktu di 2027!
Blanket Overflight AS: Ancaman Tersembunyi bagi Kedaulatan Udara Indonesia?
Kamera Lumix hingga Mac Mini: Ini 6 Barang Mewah yang Disita KPK dari Faizal Assegaf, Diduga Pemberian Eks Pejabat Bea Cukai