Rupiah Tembus Rp 17.000! Ini Pemicu Utama dan Dampaknya Bagi Dompet Anda

- Senin, 09 Maret 2026 | 13:00 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.000! Ini Pemicu Utama dan Dampaknya Bagi Dompet Anda

Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dilaporkan semakin meluas, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Ketegangan semakin memanas setelah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Penunjukan figur yang dikenal dekat dengan kelompok garis keras ini memperkuat persepsi pasar bahwa konflik tidak akan segera mereda.

Dampak pada Pasar: Ancaman Inflasi Global dan Penguatan Dolar AS

Lonjakan harga energi telah memicu alarm akan tekanan inflasi global yang baru. Pada pukul 07.50 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 20,81% menjadi 109,82 dolar AS per barel, sementara minyak Brent naik 18,17% menjadi 109,53 dolar AS per barel.

Kondisi ini membuat investor global berbondong-bondong meninggalkan aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti Rupiah, dan beralih ke aset safe-haven seperti Dolar AS. Aliran modal ini semakin mendorong penguatan nilai Dolar terhadap Rupiah (USD/IDR).

Dengan situasi geopolitik yang belum stabil dan ketidakpastian pasokan minyak, tekanan terhadap Rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek.

Halaman:

Komentar