Skandal Dapur MBG Ponorogo: Intimidasi hingga Potong Anggaran Rp3.500 Per Porsi!

- Rabu, 18 Maret 2026 | 06:50 WIB
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Intimidasi hingga Potong Anggaran Rp3.500 Per Porsi!

Klaim Pencatutan Nama Menteri dan Bantahan Tegas

Dalam kasus ini, pemilik yayasan disebut-sebut mengklaim diri sebagai cucu seorang menteri. Menanggapi hal ini, Nanik Sudaryati Deyang langsung melakukan konfirmasi. Sang menteri yang namanya dicatut secara tegas membantah memiliki cucu dengan nama tersebut dan meminta tidak ada pihak yang mengatasnamakan keluarganya untuk kepentingan program SPPG. Menteri tersebut justru mendukung penuh langkah penutupan dapur yang dilakukan BGN.

Hasil Sidak: Fasilitas Tidak Memenuhi Standar

Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, memperkuat alasan pembekuan. Kondisi fasilitas kedua dapur dinilai sangat memprihatinkan dan tidak layak:

  • Lantai dapur mengelupas.
  • Dinding kotor dan berjamur.
  • Ruang pemorsian makanan tidak layak dan tanpa pendingin ruangan (AC).
  • Tidak tersedia ruang istirahat dan loker yang memadai untuk pekerja.
  • Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak memadai.

Keputusan Pembekuan Hingga Perbaikan Total

Berdasarkan temuan pelanggaran multidimensi—mulai dari tata kelola, keuangan, hingga fasilitas—BGN memutuskan untuk membekukan operasional kedua dapur SPPG di Ponorogo. Pembekuan ini berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan, atau sampai dilakukan perbaikan total yang menyeluruh sesuai dengan standar prosedur operasional program Makan Bergizi Gratis.

Halaman:

Komentar