Klaim Pencatutan Nama Menteri Terbantahkan
Pemilik yayasan disebut-sebut mengklaim diri sebagai cucu seorang menteri untuk mendapatkan fasilitas. Menanggapi hal ini, Nanik Sudaryati Deyang langsung melakukan konfirmasi. Sang menteri yang namanya dicatut secara tegas membantah memiliki cucu dengan nama tersebut dan meminta tidak ada pihak yang mengatasnamakan keluarganya. Menteri tersebut justru mendukung penuh langkah penutupan dapur oleh BGN.
Hasil Sidak: Fasilitas Tidak Memenuhi Standar
Inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, mengungkap kondisi fisik dapur yang sangat memprihatinkan. Temuan meliputi lantai mengelupas, dinding kotor berjamur, ruang pemorsian makanan tanpa AC, tidak adanya ruang istirahat dan loker layak, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tidak memadai.
Keputusan Pembekuan Hingga Perbaikan Total
Berdasarkan temuan pelanggaran multi-aspek mulai dari tata kelola, keuangan, hingga fasilitas, BGN memutuskan untuk membekukan operasional kedua dapur MBG di Ponorogo tersebut. Pembekuan akan berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan, atau sampai dilakukan perbaikan total yang sesuai dengan standar prosedur operasional program Makan Bergizi Gratis.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Intimidasi, Anggaran Dipotong, hingga Nama Menteri Dicatut!