Harga Minyak Tembus US$ 100, Ancaman Kenaikan BBM Nonsubsidi dan Lonjakan Konsumsi Subsidi
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov, memperingatkan bahwa tren kenaikan harga minyak dunia yang telah menembus level US$ 100 per barel berpotensi memicu penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Disparitas Harga Melebar, Konsumsi BBM Subsidi Terancam Melonjak
Kondisi ini diperkirakan akan semakin melebarkan jarak harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Akibatnya, dapat mendorong peralihan konsumsi masyarakat ke BBM subsidi yang lebih murah, seperti Pertalite dan Solar Subsidi.
Pemerintah telah menetapkan kuota BBM subsidi untuk tahun 2026, yaitu Pertalite sebesar 29,7 juta kiloliter dan Solar Subsidi 18,6 juta kiloliter. Namun, dengan potensi lonjakan permintaan, risiko konsumsi yang melampaui kuota ini dinilai semakin besar.
“Pemerintah akan menghadapi ancaman lain, yaitu terjadinya konsumsi yang eksesif dari masyarakat," ujar Abra Talattov dalam program Investor Market Today di Beritasatu TV, Selasa (24/3/2026).
Artikel Terkait
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan
Viral! Akun X Jepang Salah Sangka, Rumah Jokowi Dikira Rumah Angker Buat Uji Nyali