Klarifikasi dari Pelaku Penjegal
Menanggapi insiden viral ini, Belda Brig Sando memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia mengakui emosinya terpancing, tetapi menegaskan bukan pihak yang memulai keributan.
"Dia mabuk, menyentuh orang, bahkan menampar kepala orang lain seolah itu hal normal. Tidak ada yang bereaksi sampai dia menyentuh teman saya. Saat itulah saya turun tangan," jelas Sando.
Ia menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya yang dinilai berlebihan, namun menekankan pentingnya sikap saling menghormati, terutama bagi wisatawan asing di Bali.
"Saya mungkin salah, dan saya minta maaf. Tapi dia yang melewati batas terlebih dahulu," tambahnya.
Sorotan Perilaku Wisatawan di Bali
Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap perilaku wisatawan di Bali, khususnya di kawasan hiburan malam. Beberapa waktu terakhir, sejumlah insiden yang melibatkan turis asing kerap viral, mulai dari perkelahian hingga pelanggaran norma setempat.
Pemerintah Provinsi Bali telah meluncurkan kampanye edukasi bagi wisatawan terkait etika dan aturan selama berada di Pulau Dewata. Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa pedoman tersebut bertujuan menjaga pariwisata Bali tetap berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal.
"Ini untuk memastikan pariwisata Bali tetap menghormati, berkelanjutan, dan selaras dengan nilai-nilai lokal," ujar Koster.
Artikel Terkait
Kisah Terakhir Kapten Zulmi: Kopassus Saleh yang Syahid di Lebanon Usai Umrah
Viral di Kebumen: Pasangan Tidur Berpelukan di Masjid Diguyur Air, Hukuman Setimpal atau Kekerasan?
Skandal Malam Hari: Oknum Perangkat Desa Sidoarjo Digerebek di Rumah Istri Orang, Langsung Dinonaktifkan!
Broker Forex Terbaik 2024: Hindari 4 Jebakan Ini Sebelum Buka Akun Trading!