"Beliau sosok yang saleh, rajin ibadahnya," kenang Risman. Kapten Zulmi juga disebut sangat merindukan kedua anaknya yang masih berusia 5 dan 1 tahun. Ia seharusnya menyelesaikan misi dan pulang ke Indonesia pada Mei 2026.
Perjalanan Karier dan Pengabdian Negara
Sebelum ditugaskan dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, Kapten Zulmi yang merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 2015 telah beberapa kali bertugas di wilayah operasi seperti Papua. Dedikasinya sebagai prajurit Kopassus dan kontribusinya bagi perdamaian dunia melalui UNIFIL menjadi bukti pengabdian tertinggi.
Proses Pemulangan dan Duka Mendalam
Keluarga sempat kehilangan kontak pada hari kejadian dan baru menerima kepastian gugurnya Kapten Zulmi pada Selasa, 31 Maret 2026. Saat ini keluarga masih menantikan kepulangan jenazahnya ke Tanah Air. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil.
Ketua RT setempat, Rusmin, turut menyampaikan kesedihan. "Dia terkenal baik di sini, saleh... kami sebagai tetangga tentunya sangat kehilangan," ujarnya. Gugurnya Kapten Zulmi menjadi kehilangan besar bagi TNI, keluarga, dan bangsa Indonesia.
Artikel Terkait
Video Viral MBG Berbelatung di Lombok: Polisi Buru Pelapor atau Pengunggah?
Rumah Dinas Intelijen TNI di Panglima Polim: Markas Gelap Rencana Penyerangan Aktivis Andrie Yunus?
Viral di Kebumen: Pasangan Tidur Berpelukan di Masjid Diguyur Air, Hukuman Setimpal atau Kekerasan?
Skandal Malam Hari: Oknum Perangkat Desa Sidoarjo Digerebek di Rumah Istri Orang, Langsung Dinonaktifkan!